Kapolsek Tidore Selatan Irup Upacara Bendera di SMA Negeri 2 Tidore

/ Selasa, 31 Juli 2018 / 00.31
Kapolsek Tidore Selatan, Iptu Ibrahim Ode saat menjadi Irup upucara bendera di SMA 2 Tidore
TIDORE – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Tidore Selatan,  Iptu Ibrahim Ode menjadi Inspektur Upacara (Irup) di SMA Negeri 2 Tidore Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan, Senin (30/7/2018).  Upacara yang berlangsung di lapangan Apel  SMA Negeri 2 Tidore itu Kapolsek mengucapkan terima kasih dan dan memberikan apresiasi kepada kepada kepala sekolah Negeri 2 Tidore.

Tak hanya itu, Kapolsek juga menyampaikan keberhasilan pemerintah pusat, salah satunya di di bidang keamanan. “ Saya mengucapkan banyak terima kepada kepala sekolah, karena atas koordinasi dan kerjasama dengan Polsek Tidore Selatan sehingga upacara ini dapat digelar dan berjalan lancar,” ucap Kapolsek.

Kapolsek juga menyampaikan keberhasilan Pemerintah Pusat, baik dari segi pembangunan maupun keamanan. Hasil kerja keras Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Dr. H. M. Tito Karnavian, negara Indonesia masuk 10 Negara teraman di dunia.

“ Hasil ini kemudian dilanjutkan oleh Organisasi Internasional Independen yaitu GALLUPS LAW AND ONDER  melakukan jajak pendapat, kemudian Indeks kepercayaan Masyarakat (IKM) dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan,” jelasnya

Kapolsek mengatakan, keberhasilan tersebut tak lepas dari langka mengoptimalkan 11 program promoter yang dicanangkan Polri. Pencapaian Polri melakukan kebijakan yang disebut Commander Wish  ini mencakup pelayanan publik, perbaikan kultur, peningkatan profesionalisme dalam penegakan hukum dan manajemen media.

“ Ada 3 (tiga) point penting menjadi perhatian pemerintah terutama Penegak Hukum yakni korupsi, narkoba, dan terorisme. 3 point ini tentu menjadi musuh negara,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolsek mengingatkan kepada seluruh siswa/siswi agar menjauhi segala bentuk pengaruh miras dan narkoba. Sebab menurut dia, miras dan narkoba bukan makanan sehari-hari yang wajib dikonsumsi setiap hari. Miras dan narkoba dapat merusak sistem saraf dalam otak yang mengakibatkan daya tangkap seseorang menjadi lambat. Bahkan bisa membuat masa depan menjadi suram. “ Apalagi rancangan Perda Miras yang baru akan di tetapkan jadi peraturan resmi (UU). Belum lagi denda Rp 30 juta atau kurungan 6  bulan,” jelasnya.

Upacara tersebut dihadiri, Kapolsek Tidore Selatan Iptu Ibrahim Ode, Kepala sekolah SMA Negeri 2 Tidore A. Majid H, S.Pd, Kanit Binmas polsek Tidore Selatan Bripka M. Aligoru, Bhabinkamtibmas Kelurahan Toloa, Babinkamtibmas Kelurahan Tomalou, dan Babinkamtibmas Kelurahan Gurabati serta  Dewan Guru dan Siswa/siswi SMA Negeri 2 Tidore. (Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini