Kesbangpol Tidore Gelar Rakor dan Dialog Kebangsaan

/ Kamis, 26 Juli 2018 / 16.57
Assisten Setda Bidang Tata Pemerintahan, Umi Abd. Rasyid saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi forum kebangsaan dan dialog kebangsaan Tahun 2018. Kamis (26/7) 

TIDORE- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembauran kebangsaan, menumbuhkan rasa kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara, Badan Kesbangpol Kota Tidore Kepulauan menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Forum Kebangsaan dan Dialog Kebangsaan yang dipusatkan di Meeting Room Penginapan Seroja, Kelurahan Soasio, kecamatan Tidore Kota Tidore Kepulauan Kamis (26/7/2018) pagi tadi.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Assisten Setda Bidang Tata Pemerintahan, Umi Abd. Rasyid dan menghadirkan narasumber dari Tullamo Kesultanan Tidore, H. Amin Faruk, Pasi Intel Kodim 1505 Tidore, Kapten (Inf) Muji Utama dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Tidore Kepulauan, Hambali Muhammad.

Umi Abd. Rasyid dalam sambutannya mengatakan bahwa kemajemukan yang dimiliki Bangsa Indonesia merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya, namun di sisi lain Kemajemukan adalah tantangan untuk memperkokoh Negara Kesatuan dalam segala perbedaan, baik Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan.

“memiliki masyarakat yang majemuk berarti duperlukan adanya upaya untuk mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan, yang salah satu diantaranya melalui momentum Rapat Koordinasi dan dialog kebangsaan yang pada akhirnya akan menumbuhkan kesadaran masyarakat sehingga segala kemajemukan tersebut dapat diakui, diterima dihormati dan dijaga,” Ucapnya

Dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Rakor, Husin Abbas, yang juga Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Tidore Kepulauan dalam laporannya memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna wawasan kebangsaan didalam suasana perubahan dinamika kehidupan sosial.

Adapun para peserta kegiatan berasal dari organisasi kemasyarakatan, organisasi paguyuban dan pengurus forum pembauran kebangsaan Kota Tidore Kepulauan. Adapun metode kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini adalah pemaparan materi secara panel dan dialog interaktif. (Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini