Motor Kayu Terancam Tak Beroperasi, Jika Masih Mengangkut Kendaraan Roda Dua

/ Rabu, 25 Juli 2018 / 18.28
Pertemuan antara Dishub Tidore Kepulauan dan Beberapa Stekholder Terkait untuk Pembahasan Tranportasi Laut ( Motor Kayu). Rabu (25/7/)
TIDORE - Cuaca ekstrim yang  terjadi akhir-akhir ini khususnya di perairan Maluku Utara membuat dinas perhubungan Kota Tidore Kepulauan harus mengambil langkah antisipasi dengan mengundang seluruh stakeholder pelayanan transportasi laut yakni KSOP Ternate,  KUPP Soasio, Satker Pelabuhan Rum, Kapospol pelabuhan Rum, Kud Sadar dan pemilik Perahu Motor yang beroperasi rute Rum- Bastiong dan Rute Ito Kici-kota baru. kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan. Rabu. (25/7/2018)

dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad menyampaikan, Keselamatan transportasi laut secara umum dan lebih di khususkan pada Perahu Motor yang beroperasi dengan rute Rum-Bastiong dan Rute Ito Kici-Kotabru, dimana keberadaan armada transportasi perahu motor ini sudah ada sejak lama, saat dimana daerah ini masih berstatus administratif sampai menjadi daerah defenitif hingga saat ini.

“kehadiran motor kayu menjadi sarana tranportasi tradisional yang masih dibutuhkan bagi masyarakat khususnya penumpang dengan barang bawaan yang tidak dapat dilayani armada speedboat, sehingga keberadaanya sangat tidak mungkin di hilangkan atau di tiadakan begitu saja, disamping itu akan mematikan sumber pendapatan pengusaha kecil, ” Jelasnya

Namun demikian, Menurut Daud,  keberadaan dan layanan angkutan ini telah menyimpang dari fungsi dan peruntukannya sehingga tidak lagi sesuai standar keselamatan yang diatur dalam Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran.

“ saat ini banyak perahu motor telah mengangkut kendaraan roda dua untuk menyebrang ke Ternate sehingga sisi kelayakan kapal telah menyalahi ketentuan keselamatan laut karena ketentuannya perahu hanya boleh mengangkut penumpang dan barang bawaan sehingga tidak dibenarkan jika armada motor kayu memuat kendaraan roda dua, olehnya itu perlu di lakukan langkah-langkah antisipatif sebelum terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan,” Tegas Daud

Semntara itu, kepala KSOP Ternate yang di wakili Daud Iskandar Alam menyampaikan bahwa standar kelaikan kapal dalam berlayar seluruhnya harus terpenuhi baru pihak sayhbandar mengeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB) selama itu tidak terpenuhi maka SPB tidak boleh di berikan.

Hal senada pula disampaiakan Kepala UUP Soasio yang di wakili, Hj.Sahnawi menyampaikan bahwa tidak ada toleransi terhadap aturan bahwa perahu motor mengangkut kendaraan roda dua di dek atas, karna itu memiliki resiko hukum yang jelas, apabila terjadi laka laut pasti pihak syahbandar dan dishub yg bertanggung jawab, untuk itu tidak ada kebijakan yang mentolerir hal tersebut.

Sementara, Perwakilan pemilik perahu motor, Ahmad Mahasari menyampaikan saat ini kami kehilangan penumpang sejak kehadiran speedboat dan kapal fery sehingga dengan sangat terpaksa  roda dua yang menjadi muatan utama kami, jika hari ini roda duapun di larang maka bagimana kami dapat menghidupi keluarga karena itu adalah  sumber mata pencaharian kami satu-satunya.

Sedangkan, Ketua KUD SADAR, Hanafi Fabanyo sebagai badan usaha yang membawahi seluruh armada rakyat yang melayani transportasi Rum- Bastiong menyampaiakan hingga saat ini tetap memperjuangkan kepentingan seluruh pengusaha lokal tersebut bahkan sampai mencoba membangun jaringan ke pihak asuransi yang bisa menjamin selurh barang yang di muat di perahu motor tetapi belum dapat hingga sekarang oleh karena itu ketika bertabrakan dengan aturan yang lebih tinggi maka kamipun tak dapat berbuat apa-apa semuanya di kembalikan kepada pemilik perahu motor sanggup atau tidak menjamin seluruh barang di muat termasuk roda dua.

Di akhir pertemuan kadishub menyimpulkan karena tidak adanya celah untuk mengambil kebijakan atas aturan keselamatan pelayaran kapal maka seluruh pemilik transportasi perahu motor, untuk tidak lagi mengangkut roda dua baik dari tidore ke ternate atau sebaliknya dan harus terus di lakukan sosialisasi tentang aturan ini agar seluruh masyarakat mengetahuinya terutama pengguna jasa agar tidak lagi menggunakan transportasi tersebut dan beralih ke kapal feri yang lebih aman dan terjamin dari aspek kenyamanan dan  keselamatan. (Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini