Muhammad Sinen Yakin Gugatan AGK-YA di Terima MK

/ Senin, 09 Juli 2018 / 23.50
Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Maluku Utara Muhammad Sinen
TIDORE – Banyaknya temuan pelanggaran dalam proses pimilhan Gubernur (Pilgub) yang dinilai tidak mampu diselesaikan oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara disejumlah daerah hingga berahir ricuh pada rapat pleno rekapitulasi hasil Pilgub Maluku Utara berapa hari kemarin.

Membuat tim pemenang Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali (AGK-YA) akhirnya menempuh jalur yang lebih tinggi , yakni Mahkamah Konstitusi (MK) guna mendapatkan keadilan sebagaimana mestinya.

“Tim Kuasa Hukum AGK YA sudah berangkat ke Jakarta dan kemungkinan besok mereka resmi mendaftarkan gugatan ke MK,” ungkap ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Maluku Utara Muhammad Sinen saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/7/2018)

Lebih lanjut lelaki yang akrab disapa dengan sebutan Ayah erik itu mengatakan, salah satu alasan mendasar pihaknya harus memproses masalah pilgub ke MK, dikarenakan ada sejumlah pelanggaran yang ditemukan pihaknya di lapangan seperti kasus money politik yang dilakukan oleh kepala-kepala desa di Kabupaten Pulau Morotai guna memenangkan pasangan AHM Rivai, serta Penggelembungan Surat suara di Kabupaten Taliabu dan Kepulauan Sula yang diduga dilakukan untuk memenangkan AHM Rivai.

“Kami sudah mengantongi semua data-datanya, untuk itu sebagai warga negara yang baik, tidak ada salahnya jika kita saling menghargai sikap masing-masing. Untuk itu apapun hasilnya, kita tunggu saja keputusan dari MK jika itu di tolak maka kami akan menerima itu, namun jika itu diterima maka semua pihak harus legowo dan bisa menerima itu,” ujarnya.

Bagaimana dengan selisih suara yang kerap menjadi polemik dikalangan publik.? Ditanya demikian, Erik menjelaskan bahwa terkait dengan sengketa pilkada pihaknya merujuk pada PMK Nomor 2 Tahun 2017, dimana telah dijelaskan pada pasal 8 ayat 1 jika penduduk yang jumlahnya sebanyak 2 juta, maka rumus penghitungannya dilakukan jumlah suara sah dalam pemilihan dikalikan dengan 2 persen.

Dan jika demikian, maka Maluku Utara dengan jumlah suara sah sebanyak 554.734 kemudian dikalikan dengan 2 persen maka hasilnya 11 ribu, sehingga sudah tentu sangat memenuhi syarat untuk sebagaimana ketentuan yang berlaku, sebab perolehan suara antara paslon AGK-YA dan Paslon AHM-Rivai hanya selisi 7 ribu suara. Jelasnya (Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini