Musim Ombak, Warga Obi Selatan Tuntut Talud

/ Sabtu, 14 Juli 2018 / 00.26

Talud tradisional yang dibangun warga Soligi tak lagi mampu menahan hantaman ombak. Warga butuh talud permanen untuk lindungi rumah mereka. (Foto: istimewa).

HALSEL - Memasuki pertengahan Juli, cuaca ekstrem melanda wilayah Maluku Utara. Mulai dari gelombang tinggi, hujan lebat, hingga angin kencang. Sejumlah daerah pun mulai merasakan dampaknya.

Di Pulau Obi, Halmahera Selatan, warga Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan harus merelakan talud penahan ombak mereka hancur. Talud tradisional yang terbuat dari kayu itu rusak dihantam ombak setinggi 2 sampai 3 meter. Akibatnya, rumah warga di pesisir terancam abrasi.

Tokoh Pemuda Obi M. Risman Amin Boti menuturkan, sudah lama warga menginginkan pembangunan talud permanen. Sebab tiap tahun, ketika musim ombak datang, rumah warga selalu menjadi sasaran. 

"Jadi diminta perhatian pemerintah soal pembangunan talud ini," katanya kepada nusantaratimur.com, Sabtu (14/7/2018). (iel)
Komentar Anda

Berita Terkini