Pleno Pilgub Malut Banjir Ricuh

/ Sabtu, 07 Juli 2018 / 22.27

Demonstrasi mewarnai jalannya pleno hasil penghitungan suara calon gubernur-wakil gubernur Maluku Utara yang digelar KPU Malut,Sabtu (7/7/2018).

SOFIFI – Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan calon gubernur-wakil gubernur Maluku Utara berlangsung alot, Sabtu (7/7/2018). Pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut di Kantor KPU di Sofifi itu diwarnai aksi demonstrasi dan kericuhan. Sejumlah saksi terpaksa dikeluarkan dari ruang sidang lantaran dianggap mengganggu jalannya pleno.

Demonstrasi yang digelar massa pendukung pasangan calon nomor urut 3 Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA) pun berakhir bentrok dengan petugas pengamanan. Bentrokan terjadi setelah massa membakar ban bekas dan melempari aparat keamanan dengan batu maupun pecahan botol. Polisi pun membalasnya dengan tembakan gas air mata serta air dari water cannon. Massa beberapa kali mencoba menerobos brigade polisi untuk masuk ke halaman kantor KPU Malut, namun upaya tersebut dihalangi aparat. Bentrok pun tak dapat dihindari.

Rafli, salah satu orator dalam orasinya menyayangkan sikap penyelenggara pilgub, baik KPU dan Bawaslu hingga Panwas di Kabupaten Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula. Pasalnya, penyelenggara dinilai mengabaikan sejumlah laporan pelanggaran pemilu jelang hari H pencoblosan. Padahal tim sukses telah melaporkan ke Panwas Taliabu dan Kepsul.  

“Kita semua tahu bahwa di UU Pemilu Nomor 10 dan PKPU juga mengatur bahwa ada satu orang yang mencoblos lebih dari satu kali itu harus melakukan pemilihan ulang,” kata Rafli. “Sementara di Taliabu surat suara sisa KPPS mencoblos habis untuk paslon AHM-Rivai dan surat suara AGK-YA justru dirusak. Ini kan sebuah pelanggaran pemilu dan kejahatan demokrasi, tapi tidak pernah diproses,” sambungnya.

Selain itu, kata dia, pencoblosan di Kabupaten Taliabu para pemilih dapat mencoblos hanya dengan membawa Kartu Keluarga (KK). “Sangat kita sayangkan. Coba bayangkan di Taliabu dari 35 ribu yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), yang mencoblos itu tembus di angka 95 persen atau 30 ribu sekian. Ini sangat diragukan karena kondisi ini sangat jauh berbeda dengan sembilan kabupaten dan kota lainnya di Maluku Utara,” ujarnya.

Massa AGK-YA berharap Bawaslu dan Panwas bersikap seadil-adilnya sesuai dengan mekanisme penyelenggaraan pemilu yang diatur dalam UU maupun Peraturan KPU.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Maluku Utara Muksin Amrin mengatakan penanganan pelanggaran pemilu melalui dua pintu, yaitu laporan dan adanya temuan. Namun sejauh ini, katanya, yang diproses adalah temuan pengawas di tingkat bawah. “Kemarin memang ada tim masukkan laporan tapi sudah jadi temuan kami dan kami sudah proses. Ada beberapa pelanggaran di Sula diproses,” kata Muksin.

Sementara terkait adanya keberatan terhadap beberapa TPS di Kabupaten Sula, Muksin mengaku sejauh ini Bawaslu belum mendapatkan laporan secara resmi terhadap paslon yang dimaksud. “Kalau ada laporan maka Bawaslu akan proses dengan mekanisme, apakah ini masuk pidana, administrasi atau etika. Kalau kami dilaporkan maka kami akan proses,” ujarnya.  

Sementara itu di dalam ruang sidang, hujan interupsi dari saksi paslon AGK-YA sudah dimulai sejak dibukanya rapat pleno hingga akhirnya ricuh di dalam ruangan sidang rapat pleno. Pasalnya, saksi AGK-YA sejak awal meminta komisioner KPU untuk tidak melanjutkan pleno. Selain banyaknya pelanggaran, hak warga enam desa perbatasan antara Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara juga tidak tersalurkan pada saat pencoblosan 27 Juni lalu. “Di enam desa sana banyak masyarakat yang hak-hak mereka terabaikan. Untuk itu kami minta pleno ini jangan dilanjutkan sebelum ini ditindaklanjuti,” kata Rifai Ahmad, saksi dari cagub AGK-YA.

Mereka juga beberkan pelanggaran di dua kabupaten yaitu Kabupaten Kepulauan Sula dan Taliabu. Menurut saksi, pelanggaran itu dilakukan secara terstruktur dan masif. “Di Taliabu ada petugas KPPS yang mencoblos 17 kertas suara. Kemudian di Kabupaten Kepulauan Sula ada 10 kecamatan ditemukan pelanggaran, namun itu tidak pernah ditindaklanjuti,” kata Asrul Rasyid Ichsan, saksi dari paslon AGK-YA.

Pleno akhirnya kembali dilanjutkan setelah adanya penjelasan dari Ketua Bawaslu Maluku Utara terkait persoalan di enam desa serta pelanggaran yang menjadi temuan Bawaslu.

Meski demikian, kericuhan berlanjut saat pembukaan kotak suara untuk dilakukan rekapitulasi suara di Kabupaten Kepulauan Sula. Saksi AGK-YA mengamuk karena tidak mendapatkan berita acara hasil rekapan di Kepsul, sementara KPU berencana tetap melanjutkan pleno. “Ini adalah bentuk pelanggaran. Kami minta pleno untuk Kabupaten Sula tidak bisa dilanjutkan,” teriak saksi AGK-YA.

Kericuhan terjadi saat berlangsungnya pleno rekapitulasi penghitungan suara di kantor KPU Malut.

Saksi AGK-YA lain seperti Muhammad Sinen pun membanting meja dan mendorong saksi paslon nomor 1 Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai) hingga terjatuh. Akibatnya, Sinen yang juga Ketua PDI Perjuangan Malut harus dikawal keluar dari ruang pleno.

Pleno sempat diskors selama beberapa jam lantaran situasi yang makin memanas. Begitu skors dicabut, pleno kembali ricuh lantaran adanya insiden pelemparan botol mineral terhadap Ketua KPU Kepsul Bustamin Sanaba.

Pleno akhirnya tetap dilanjutkan dimana KPU Malut menetapkan pasangan AHM-Rivai sebagai pemenang Pilgub Malut 2018 dengan perolehan 176.993 suara. AGK-YA berada di bawahnya dengan raihan 169.123 suara. Sementara paslon Burhan Abdurahman-Ishak Djamaluddin mendapat 143.416 suara, dan Muhammad Kasuba-Madjid Husen harus puas dengan perolehan 65.202 suara.

Suara sah pada pilgub tahun 2018 sebanyak 554.734 dan yang tidak sah sebanyak 7.976. Sementara total suara secara keseluruhan sebanyak 562.710 suara. Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo mengatakan, meski berbagai macam keberatan yang disampaikan saat pleno, KPU tetap bersandarkan padda hasil rekapitulasi KPU kabupaten/kota. “Intinya data hasil rekapan di masing-masing kabupaten/kota yang dipakai untuk menjadi rujukan rekapitulasi tingkat provinsi,” ujarnya. (Tim)

Komentar Anda

Berita Terkini