Ruangan Kepsek SMP Negeri 1 Tidore Dipalang. Ada Apa?

/ Kamis, 12 Juli 2018 / 18.19
Aksi Pemalangan Pintu Kepsek SMP N 1 Tidore Oleh Guru-Guru. Kamis (12/7)
TIDORE – Buruknya manajemen kepala sekolah SMP Negeri 1 Kota Tidore kepulauan Pandja Hendarti Sriwinasti Henny yang dinilai tidak terbuka mengenai persoalan internal, memantik reaksi para guru untuk melakukan aksi pemalangan pintu ruang kerjanya.

Beruntung tindakan tersebut tidak berlangsung lama sehingga dapat diselesaikan melalui pertemuan secara bersama yang difasilitasi langsung oleh wakil walikota Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen.

“Masalahnya sudah selesai, jadi prinsipnya ini hanya soal manajemen dari seorang pimpinan yang harus lebih transparan, untuk itu terkait dengan masalah ini akan kami lakukan evaluasi sebagaimana prosedur yang berlaku,” ujar Wawali saat ditemui usai melakukan pertemuan tersebut yang bertempat di ruang Aula Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan. Kamis, (12/7/2018)

Lebih lanjut, Wawali mengingatkan kepada para guru khusunya guru SMP Negeri 1 dan para guru di Kota Tidore Kepulauan agar tidak lagi mengulangi aksi pemalangan pintu, sehingga dengan begitu aktifitas belajar mengajar tidak terganggu.

“Sekolah ini perlu contoh yang baik, untuk itu kepada kepala sekolah harus lebih transparan atas setiap pelaksanaan di sekolah, sebab bagaimana kita bisa harapkan mutu pendidikan yang baik kalau komunikasi dalam satu organisasi masih tersendat,” Ujarnya

Kendati demikian, Wakil Walikota kembali menegaskan bahwa melalui pertemuan tersebut semuanya telah dinyatakan selesai, sehingga perlu kekompakan dan kebersamaan dari para guru dan kepala sekolah agar terciptanya keharmonisan secara internal sehingga tidak menganggu proses belajar mengajar.

“Selanjutnya dinas akan melakukan pengkajian, setelah itu hasilnya seperti apa baru akan kami putuskan, jadi sanksi itukan ada teguran ringan jika tidak bisa maka harus diganti,” tandasnya

Senada yang sama juga disampaikan Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Tidore kepulauan Ade Rakib, mengatakan reaksi pemalangan pintu kepala sekolah itu dipicu karena jauh sebelumnya para guru telah melayangkan protes secara berulang kali, hanya saja kepala sekolah lambat untuk menangani.

“Pertemuan ini sudah dilakukan sebanyak empat kali, jadi saat ini kami menunggu pak kadis kembali dari luar daerah setelah itu kami sampaikan hasilnya untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. (Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini