Selesaikan Masalah SMP 1 Tidore, Dinas Pendidikan Bentuk Tim Audit

/ Kamis, 19 Juli 2018 / 00.54
kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore, Ismail Dukomalamo
TIDORE – Insiden memalukan yang ditunjukan oleh para guru dan kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan baru-baru ini akibat persoalan internal yang tidak mampu diselesaikan oleh kepala sekolah itu sendiri, sehinga membuat Wakil Walikota Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen harus turun tangan.

Hal tersebut mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, melalui kepala Dinas Ismail Dukomalamo kepada Wartawan Nusantaratimur Rabu (18/7/2018) dirinya mengatakan bahwa tindakan memalukan itu akan diselesaikan lewat pembentukan Tim Audit internal yang terdiri sebanyak tiga orang.

“Tim audit internal ini akan turun melakukan investigasi mengenai kinerja kepala sekolah beserta pengelolaan keuangan, jadi tiga orang tim ini diambil dari internal dinas pendidikan yakni salah satu dari Manajemen BOS, Pengawas, dan Bidang SMP di dinas Pendidikan itu sendiri.” ujarnya.

Untuk itu, Ismail berharap kejadian yang ditunjukan oleh pihak SMP 1 Tidore tidak terjadi di sekolah yang lain sebab tindakan tersebut merupakan contoh buruk dan tidak patut untuk diikuti. Mengingat SMP 1 Tidore merupakan salah satu sekolah di Tidore yang dianggap sebagai Icon bagi sekolah-sekolah yang lain, karena SMP 1 Tidore adalah sekolah yang telah memenuhi standar Nasional.

“Kami targetkan 1 minggu itu sudah selesai, hal ini saya lakukan agar dalam pengambilan keputusan itu tidak subjektif. Jadi hasilnya seperti apa maka semua pihak harus bisa menerima itu baik kepala sekolah maupun para guru, jadi tindakan seperti ini saya anggap ini yang terakhir,” pungkasnya dengan nada yang terdengar begitu kesal.

Lebih lanjut, Mantan sekertaris Dinas Pendidikan Kota Tidore itu menjelaskan bahwa sebagai pimpinan khusunya kepala sekolah seharusnya mampu menempatkan diri sebagai pengayom bagi para guru-guru yang lain. Sehingga dengan begitu keharmonisan di internal sekolah dapat diciptkan dengan semangat kekeluargaan.

“Kepala sekolah harus memahami manajemen konflik agar setiap masalah bisa cepat diatasi, maka dari itu saya berharap kepada para kepala sekolah dan para guru bisa kembali beraktifitas sesuai tugas pokok dan fungsi, stop saling baku curiga dan harus berpikir positif demi pengembangan mutu pendidikan ke depan,” tuturnya. (Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini