Tiga Perusahaan Gantung Pajak Ratusan Juta ke Pemkab Halut

/ Senin, 09 Juli 2018 / 19.23
Andrias Panimba
  
HALUT - Kepala Bidang Pendapatan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Andarias Panimba membeberkan tiga perusahaan yang saat ini enggan melunasi tunggakan pajak mineral bukan logam (pasir, batu, sirtu, dan tanah tubs). Tunggakan tersebut terjadi pada tahun 2016 dan 2017 lalu. 

"Perusahaan yang belum menyelesaikan pajaknya, tetapi yang khusus ada di PT NHM bagi pihak ketiga seperti PT Kao Raya Berlian, PT Boing Raya dan PT Sinar Kasih," ujar Andarias ketika ditemui Senin (9/7/2018).

Ia menambahkan, meski belum melakukan pelunasan pajak, ketiga perusahaan tersebut hingga saat ini masih beroperasi di galian C. Dirinya mengakui bahwa pihak BKAD sendiri telah melayangkan surat teguran sebanyak dua kali namun tidak digubris oleh perusahaan. 

"Jika selalu ditunda pembayarannya maka kami tetap mengenakan denda sesuai aturan yang berlaku sebanyak 2 persen dari pendapatan per bulannya. Setelah kita layangkan surat teguran yang ketiga dan pihak perusahaan juga enggan melakukan pelunasan tentu perusahaan tersebut juga terancam di-///blacklist/// jika tidak melakukan kewajibannya untuk membayar pajak," katanya.

Disentil mengenai pendapatan dan nilai jumlah pajak per tahun dari 3 perusahaan tersebut Andarias menyebutkan PT Kao Raya Berlian hasil produksinya yakni Batu yang didistribusikan ke PT NHM per tahunnya sebanyak 8.504 Meter kubik dan pajaknya Rp 132.875.000,- per tahunnya.

"Utang pajaknya belum dilunasi dan sementara di tahun 2017 PT Kao Raya Berlian tak dapat lakukan aktivitas, sebab tunggakannya belum dilunasi untuk pajak di tahun 2016 hingga saat ini," ucapnya.

Sementara PT Boing Raya, lanjut Andarias, tunggakan pajak di tahun 2016 telah diselesaikan senilai Rp 121.100.000. Namun untuk tahun 2017 belum dilunasi. "PT Sinar Kasih juga belum menyelesaikan kewajiban pajak pada tahun 2017 kepada Pemerintah Daerah," jabarnya. 
"Pekan depan kami secara instansi yang membidangi persoalan ini akan turun melakukan inspeksi langsung di TKP atau masing-masing wajib pajak untuk meminta keterangan keterlambatan pelunasan pajak dari galian C," tegasnya.(Jaha)

Komentar Anda

Berita Terkini