Tudingan KPU Malut Keliru, Ini Jawaban Polda Malut

/ Sabtu, 28 Juli 2018 / 23.13
Kabid Humas Polda Malut, AKPB Hendri Badar

TERNATE –  Kepolisian Daerah Maluku Utara mengklarifikasi tudingan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut terkait dengan pintu penyimpangan kotak suara yang digembok polisi sangat keliru.

Menurut Kabid Humas Polda Malut, AKPB Hendri Badar, mengenai pemasangan gembok di gudang penyimpangan kotak surat di kantor KPU Malut sebagai langkah tindakan preventif.

" Semua ini hanya tindakan preventif untuk melakukan pencegahan, supaya tidak terjadi hal-hal yang kita tidak di inginkan bersama yang dapat merugikan pasangan calon," tutur Hendri Badar, saat di konfirmasi wartawan media ini. Sabtu (28/7) malam tadi.

Lanjut Hendri, alasan kenapa aparat kepolisian tidak membuka pintu yang di gembok karena menunggu semua saksi pasangan calon hadir.

“ Ini langkah preventif jangan sampai ada pihak-pihak sengaja merusak atau menghilang bukti-bukti yang ada, itu sebabnya pembukaan kotak suara itu harus dihadiri saksi pasangan calon, kami menunggu saksi hadir sampai malam ini,”  ujarnya.     

Kata Hendri,  pada prinsipnya kami tetap menunggu kedatangan saksi empat palson, sehingga tidak ada yang saling menyalahkan antara satu dan lainnya.

“ Jadi tudingan KPU itu tidak mendasar, jika ada dokumen yang hilang atau kotak suara dicuri pasti pihak kepolisian yang disalahkan,  jadi kita mengembok pintu ruangan demi menjaga keaslian dokumen di dalam kotak, apalagi Pilkada Malut saat ini masih sangketa di Mahkamah Konstitusi, kita gembok pintunya sehari-hari anggota KPU tahu, kok tiba-tiba kita disalahkan. Inikah aneh,” tegasnya.

Karenanya, ujar Hendri, aparat kepolisian wajib mengamankan, mengawal dan mengawasi semua dokumen yang dijadikan bukti-bukti di persidangan.

“ Pembukaan gembok harus disaksikan saksi paslon secara bersama-sama sehingga tidak komplain,” tutup Hendri. (red)  
Komentar Anda

Berita Terkini