Masyarakat Enam Desa Minta PSU, KPU Malut Memilih Diam

/ Kamis, 05 Juli 2018 / 23.50
Syahrani Somadayo,  Ketua KPU Malut
TERNATE- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) tidak menanggapi tuntutan enam desa Kecamatan Jailolo Timur versi Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU). 

Dengan begitu, KPU Malut tetap pada komitmen sebelumnya yaitu menunggu keputusan KPU Pusat dan Bawaslu RI.

“ Kami suda berkomitmen dengan Bawaslu Malut untuk no coment soal tuntutan PSU enam desa tersebut, karena kami sudah serahkan ke pusat,”  ungkap  Ketua KPU Provinsi Maluku Utara, Syahrani Somadayo, kepada wartawan di Ternate. Kamis (5/7).

Meskipun demikian, tuntutan masyarakat enam desa menyuarakan agar dilakukan pungumutan suara ulang  namun KPU dan Bawaslu Malut memilih diam. Sebab saat ini KPU Malut tengah fokus menghadapi pleno rekapitulasi tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juni mendatang.

“ KPU lebih memilih diam karena sebelumnya KPU dan Bawaslu Malut telah mencari jalan keluar bersama masyarakat, dan kami sudah laksanakan di sana, jadi tinggal menunggu prosesnya jalan,” ujarnya. (cul)
Komentar Anda

Berita Terkini