13 Item Proyek Pinjaman Pemkab Halbar Jadi Sorotan

/ Kamis, 02 Agustus 2018 / 22.05
Koordinator Kopel Malut, Musaddaqq (Credit: Antaranews)

HALBAR - Selain mendapatkan sorotan dari DPRD Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), keterlambatan pekerjaan 13 item proyek yang dianggarkan melalui anggaran pinjaman Pemkab Halbar senilai Rp.159,5 miliar tersebut, juga mendapat sorotan Komite Pemantau Legeslatif (Kopel) Maluku Utara (Malut). 

Menurut, Koordinator Kopel Malut, Musaddaqq, keterlambatan pekerjaan yang dianggarkan melalui pinjaman Pemkab Halbar, terkesan sengaja didesain, kalau tidak kenapa harus diperlambat proses kontraknya, sementara proyek yang bersumber dari dana pinjaman itu sudah ditenderkan dan sudah ada pemenangnya sejak bulan lalu. 

"Dan dari data yang Kami (Kopel) miliki sudah ada 7 perusahan pemenang tender dari ke 13 item pekerjaan, kenapa belum ada yang melakukan penandatanganan dokumen kontraknya," ujar Musaddaqq, Kamis (02/8).

Ia menambahkan, agar tidak menimbulkan kecurigaan atas keterlambatan pekerjaan proyek yang bersumber dari pinjaman ini, pihak Pemkab dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halbar, harus menjelaskan kepada publik soal keterlambatan penandatanganan dokumen kontrak tersebut. 

"Karena, dengan anggaran yang cukup besar dari proyek tersebut, kami (Kopel) sangat pesimis  ke 13 item proyek iti akan selesai dengan tenggang waktu realisasi APBD pokok 2018 yang menyisakan waktu kurang lebih 1 bulan, sebelum memasuki tahapan APBD perubahan 2018," tegasnya. 

Menurutnya, keterlambatan proyek yang menelan anggaran yang buka sedikit ini,  kami (Kopel) secara institusi mendesak DPRD agar melakukan hearing dengan Dinas PUPR Halbar sekaligus  mengevaluasi kinerjanya mereka," katanya. (ncs)
Komentar Anda

Berita Terkini