Bawaslu RI Didesak Batalkan Hasil Seleksi Anggota Bawaslu Zona I

/ Minggu, 12 Agustus 2018 / 02.20
Ketua Timsel Zona I, Muammil Sunan
TIDORE –  Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tidore, Fandi Muhammad, angkat bicara atas dasar kelalaian yang dilakukan oleh tim seleksi (Timsel) anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten dan Kota  zona I yang terdiri dari Tiga Kabupaten/Kota diantaranya Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu.

Fandi menyatakan, tentu harapan kita agar Bawaslu RI dapat membatalkan hasil pelaksanaan seleksi anggota Bawaslu Kab/Kota khususnya zona I berkaitan dua peserta yang dianggap tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan.

Karenanya, PMII Cabang Tidore Kepulauan secara institusi meminta kepada Bawaslu Provinsi Maluku Utara agar supaya kembali melakukan seleksi. Dengan begitu, Marwah institusi selaku pengawasan pemilu itu tidak lagi dipandang sebelah mata oleh publik.

“Dugaan atas boroknya pelaksanaan timsel ini sudah menguak di hadapan publik, maka solusi untuk mengembalikan proses yang sehat, Bawaslu RI harus membatalkan hasil seleksi Zona I, dan proses seleksinya harus diulangi, dengan merubah komposisi Timsel.

" Jadi kalau ada anggota timsel yang bermasalah tidak usah dimasukan ke dalam, melainkan diganti dengan yang lebih berkompeten,” ujar Fandi kepada media ini. Sabtu (11/8/2018)

Terpisah, Ketua Timsel zona I Muammil Sunan, mengakui bahwa dua peserta calon anggota Bawaslu Kab/Kota tidak memenuhi syarat. Yakni Amru Arfa peserta seleksi Bawaslu dari Kota Tidore Kepulauan, dan Falmin Daiyan peserta seleksi dari Kabupaten Sula.

“Kalau si Amru itu karena dia memang pengurus DPD II Partai Golkar Kota Tidore, dan ketika saya konfirmasi ke ibu Sekretaris Golkar ternyata yang bersangkutan sebelum menjabat di Pengurus DPD Golkar itu dimulai dari Pimpinan Kecamatan Oba, sementara soal Falhmi karena usianya belum cukup minimal 30 Tahun, karena yang bersangkutan kelahiran 1989 sehingga usianya baru 29 tahun,” beber Muammil Sunan saat dikonfirmasi wartawan media ini melalui via telepon

Jika demikian, Kenapa mereka diloloskan.? Kata Muammil, persoalannya itu terjadi karena ketidak jelian Timsel dalam melakukan verifikasi. Kendati demikian, ia mengaku sebelum dilakukan semua tahapan seleksi telah diinformasikan ke publik melalui sosialisasi.

“Kami sudah lakukan sosialisasi akan persyaratan untuk menjadi Anggota Bawaslu di tingkat kabupaten kota, bahkan soal usia itu juga kami sudah sampaikan,” jelasnya.

Untuk itu atas dasar Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Maka  ke dua peserta tersebut harus dinyatakan gugur, ujarnya. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini