Bidang Peternakan Gandeng RPH Cek Kesehatan Hewan Ternak Jelang Lebaran

/ Selasa, 21 Agustus 2018 / 00.51
Pemeriksaan Hewan Kurban oleh Dinas Pertanian Kota Ternate. 

TERNATE - Untuk memastikan kondisi hewan qurban dalam  keadaan sehat, Dinas Pertanian Kota Ternate bidang peternakan bersama Rumah Potong Hewan (RPH), Senin (20/8) siang tadi mengadakan pemeriksaan terhadap Hewan ternak pada perayaan lebaran Idul Adha nanti. Pemeriksaan dilangsung di kompleks perkuburan Cina Jl. Juma Puasa Kelurahan Santiong Kecamatan Ternate tengah.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Ternate, Maya Partiwi Fokatea Kepada Nusantaratimur.com mengatakan, pemeriksaan hewan ternak dalam rangka hari raya qurban itu dilakukan Sabtu (18/8) akhir pekan kemarin. Dari hasil pemeriksaan awal, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda hewan ternak yang mempunyai penyakit skabies, smata, mulut, brusela, rabies,maupun penyakit orf.

“ Kalaupun ada terdapat hewan ternak di areal penampungan itu ada penyakitnya, kami akan adakan pengobatan pada ternak-ternal tersebut. Tapi dengan satu tujuan bahwa ternak itu tidak bisa di jual, melankan di jadikan sebagai ternak potong,” ucapnya. 
Karena itu, Maya menyarankan kepada masyarakat harus jelih membeli daging di pasar. Sebab dikhawatirkan ada hewan ternak yang korbankan itu merupakan ternak yang sakit.

Untuk mengantisipasi itu, pihanknya melakukan pembinaan terhadap pedagang hewan ternak. Kata Maya, pihaknya secara rutin (tiap tahun) melakukan pemeriksaan. “ Jadi pedagang dan penjual ternak itu sudah memahami bagaimana pentingnya kesehatan hewan, khususnya ternak qurban,” ujarnya.

Meski begitu, Maya menyadari harga jual hewan ternak dari tahun ke tahun selalu bervariasi. Misalnya ternak sapi. Nilai atau harga jual harus disesuaikan dengan postur badan dari hewan ternak tersebut, demikian juga dengan ternak kambing.

 “ Kalau di tahun kemarin kita masi bisa mendapatkan dengan harga 8-9 juta. Namun tahun ini mungkin berkisar lebih dari 9-10 juta ke atas. Kalau ternak kambing ditahun kemarin dikisaran Rp.1-1,5 juta, tapi tahun ini naik hingga Rp.2,5juta,” jelasnya.

Mengantisi lonjakan harga hewan ternak kedepan, pihaknya merencanakan bakal menggelar sosialisasi pasar ternak ke masyarakat. Langkah ini tentu menekan lonjakan harga hewan ternak saat menjelang hari qurban.

“ Kedepannya lebih di fokuskan ke pasar ternak yang bertempat di Sulamadaha dengan tujuan menekan harga,” imbuhnya. (cul).
Komentar Anda

Berita Terkini