Dugaan Korupsi Pinjaman Halbar, KMSAK Serahkan Petisi Dukungan

/ Kamis, 02 Agustus 2018 / 21.54
KMSAK menyerahkan petisi sebagai dukungan moril kepada pihak Kejati Halbar, Kamis (02/8).

HALBAR - Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KMSAK) yang terdiri dari Formama Halbar, Klinik Bantuan Hukum LML malut, Komite Pemantau Legislatif (KOPEL), Daurmala, PKBH unkhair, Elkasped, AMAN Malut dan studi Bahari Nusantara (SBR) menyambangi Kajati Maluku Utara, Kamis, (02/8)

Kedatangan KMSAK untuk menyerahkan petisi sebagai dukungan moril kepada pihak Kejati atas respon masyarakat dalam melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pinjaman daerah Pemda Halbar yang sementara ini dalam proses penyelidikan.

Siti Barora, juru bicara koalisi menyatakan apresiasi atas keseriusan pihak kejati dalam menindak lanjuti laporan masyarakat.

"Bagi kami masyarakat sipil yang konsen dalam gerakan pemberantasan korupsi, akan membangun sinergi dengan aparat hukum dalam mendorong percepatan penangan dugaan korupsi pinjaman daerah Pemda Halbar," uja Siti Barora.

Ia menambahkan, tata kelola Pemkab Halbar yang tidak stabil menyebabkan pelayanan publik khususnya di sektor kesehatan terhambat. "Kami berharap, upaya maksimal dari pihak kejaksaan tinggi untuk mengungkap dengan tuntas kasus ini," tegasnya.

Sementara itu, Imelda Tude, Direktur Formama membeberkan adanya temuan baru yang semakin menguatkan dugaan korupsi pada pinjaman daerah tersebut.

Imelda menyebut, hingga saat ini belum ada tanda-tanda realisasi anggaran pada 13 item proyek. Padahal dalam LPSE sudah ada pemenang tender.

"Temuan terbaru adalah terungkapnya pembiayaan untuk BPJS dan sertifikasi guru yang dicurigai menggunakan dana pinjaman," katanya.

Mendengar paparan para aktivis tersebut, Apri L Ligua beserta dua orang asistennya yang menerima KMSAK menyambut baik dan mengapresiasi dukungan publik dalam pemberantasan korupsi.

Apris mengungkapkan bahwa sejak pinjaman daerah Pemda Halbar masuk di Kejati, pihak kami sangat serius dan bekerja maksimal untuk menuntaskan.

"Sekarang masih pada tahap penyelidikan dan pengumpulan bukti-bukti, kami komitmen untuk menuntaskan kasus ini." jelas Apris.
Diakhir pertemuan, KMSAK menyerahkan petisi kepada pihak kejaksaan. (ncs)
Komentar Anda

Berita Terkini