Imunisasi MR Kembali Dilakukan

/ Jumat, 31 Agustus 2018 / 01.49
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep, Abdullah Marajabesy

TIDORE -  Meskipun beberapa waktu lalu, seluruh personil dari sejumlah petugas Puskesmas yang dikerahkan untuk melakukan imunisasi ditarik kembali menyusul adanya pernyataan gubernur Maluku Utara terkait tidak adanya label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Meskipun demikian, pada akhirnya beberapa waktu lalu personil imunisasi kembali melakukan imunisasi seperti biasa. Bahkan, sampai sejauh ini petugas telah berhasil melakukan imunisasi terhadap anak usia 0 - 15 tahun sebanyak 13.000 anak dari target 28.800 anak di Kota Tidore Kepulauan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Abdullah Marajabesy, personil imunisasi yang sempat berhenti beberapa waktu lalu akibat perdebatan masalah Halal dan  Haram oleh beberapa kalangan dan menyebabkan penolakan akhirnya berhasil diluluhkan.

" Saat ini kami sudah imunisasi 46 persen atau sebanyak 13 ribu anak se-kota Tikep" jelasnya, Rabu (29/8/2018) kemarin.

Lebih lanjut Abdullah, berlanjutnya program ini karena telah adanya fatwa MUI  terkait imunisasi Measles Rubella (MR) hukumnya adalah mubah. Dalam fatwa MUI Nomor 33 tahun 2018 tentang produksi Serum Institute of India (SII) kententuan hukun pertama poin tiga memaparkan, penggunaan Vaksin MR produksi SII, yang mana pada saat ini hukumnya dibolehkan (mubah) jika terjadi kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci, adanya keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya akibat tidak diimunisasi, kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci. "Coba di cek sendiri (fatwa MUI), ujar dr.Abdullah Maradjabessy.

Pihak puskesmas sejak beberapa waktu lalu telah diarahkan untuk melanjutkan imunisasi. "Kami sudah mulai Imunisasi beberapa hari lalu," tambah Kepala Puskesmas Rum Balibunga, Farida Salim. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini