Kejati Malut Serius Usut Pinjaman 159,5 Miliar Pemkab Halbar

/ Selasa, 07 Agustus 2018 / 00.46
Aksi KNPI Halbar di Depan Kejati Malut. Senin (6/8)
TERNATE - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara, menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara. Dalam Aksi tersebut, massa aksi mendesak Kejati Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pinjaman Pemkab Halbar senilai 159, 5 Miliar pada Bank DPD cabang Jailolo.

“Kami minta agar Kejati Malut serius menuntaskan kasus pinjam Pemkab Halbar senilai 159.5 Miliar. menurut kami, Proses pinjaman tersebut bermuatan Korupsi, karena tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang pinjaman daerah,"Ucap Beny Romangun Selaku kordinator aksi (Korlap). Senin (6/8/2018)

Selain itu, massa aksi juga mendesak  kepala Kejati Malut agar mengklarifikasi keterlambatan dalam penyelesaian kasus tersebut.

"Lewat Aksi ini kami, mendesak kepada Kejati Malut agar menyelesaikan kasus ini secepatnya dan segera melakukan pemanggilan kembali kepada Bupati Halbar Danny Missi dan secepatnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dalam kasus pinjaman senilai 159.5 Milyar tersebut,"tukas Beny.

Benny juga menambahkan, Jika tuntutan ini tidak di indahkan oleh Kejati Malut. "Maka kami akan melakukan Konsolidasi pada seluruh Masyarakat Halbar untuk melakukan aksi yang lebih besar lagi sebagai bentuk dari ketidak percayaan kepada institusi dan akan memboikot aktivitas Kejati Malut," Ancamnya.

Pertemuan antara massa aksi dengan perwakilan Kejati Malut.
Sementara itu, Kepala Kejati Nyoman Ida Bagus Wismantanu mengatakan, akan  tetap berkomitmen menuntaskan kasus pinjaman Pemkab Halbar senilai Rp 159 miliar yang diduga melibatkan Bupati Halbar, Dani Missy. Hanya saja, pengungkapan tersangka perlu ketelitian dan kehati hatian dan berdasarkan aturan yang ada.

“ Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, kasus ini sementara jalan, dan perkara ini kan masih dalam tahapan pemeriksaan. Kita tetap berkoordinasi dengan banyak ahli dan para pihak yang bisa menyampaikan kerugian keuangan anggaran. Saat ini kita masih menelusuri terkait dengan alat bukti,” Ucapnya. (cul/ata)
Komentar Anda

Berita Terkini