Kelangkaan BBM GAMKI Gelar Aksi Didepan Kantor Bupati dan SPBU Jailolo

Editor: Admin author photo
Aksi GMKI Halbar soal kelangkaan BBM (Dok : Nances)

HALBAR -  Gerakan Angkatan Muda  Kristen Indonesia (GAMKI)  dan puluhan angkutan umum mulai dari ojek, Bentor dan Dump Truk, menggelar aksi unjuk rasa terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor Bupati Halbar dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Senin (13/8/2018).

Koordinator lapangan Frangki Magagansa, mendesak Bupati Danny Missy menyikapi kelangkaan BBM yang ada di daerah itu, karena harga penjualan yang beredar di masyarakat sudah cukup tinggi hingga mencapai Rp 12.000, 00 per liter, dan ini sangat meresahkan.

" Ini perlu di tindak lanjuti oleh Pemkab Halbar, Bapak Bupati Danny Missy harus mengambil sikap tentang kelangkaan BBM ini, karena suplai atau pasokan BBM ini hanya dari Halut Tobelo,” ujar Frangky dalam orasi.

Lanjut, Frangky," saya sampaikan kepada Bupati harus menyurati di Pertamina Papua dengan terkait kelangkaan BBM karena stok BBM khususnya wilayah Indonesia Timur semuanya berada di Pertamina Papua, sedangkan Depotnya ada di Tobelo, jadi Bapak Bupati segera mengambil langkah untuk menyurat ke Pertamina Papua sehingga stok dari Papua bisa menutupi kelangkaan BBM, pinta Frangky.

Setelah aksi dilakukan di Kantor Bupati,  puluhan massa aksi dari GAMKI Halbar, dan Dump Truk, kemudian selanjutnya menduduki SPBU Jailolo, mulai pukul 14.30 – 15.00  WIT, dengan tuntutan segera menyelesaikan terjadinya kelangkaan BBM, yang sudah dua pekan terakhir ini, membuat aktivitas masyarakat lumpuh, serta berdampak terjadinya kenaikan BBM secara sepihak dilakukan oleh para pengecer.

“Kita menduduki SPBU ini dengan damai, untuk mempertanyakan kelangkaan BBM, apalagi  penyebabnya kita belum tahu, padahal terjadi kelangkaan ini sudah dua minggu terakhir,”ungkap Suprianto, salah seorang sopir Bentor, sore tadi.

Ketua GAMKI Cabang Halbar, Yohanis Basay mengatakan, dari organisasi gerakan mengakomodir  angkutan umum mulai dari ojek, bentor, dan dump truk, bertujuan mempertanyakan kelangkaan BBM, dan dari hasil penyampaian dari pihak SPBU bahwa ternyata kendala kelangkaan selama dua pekan ini adalah soal Kuota yang didistribusikan dari Pertamina Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) ke SPBU Jailolo Halmahera Barat (Halbar) berkurang.

“Dari keterangan pihak SPBU Jailolo, misalnya permintaan mereka dari 30 ton per hari tetapi yang terjadi hanya diberikan 10n ton per hari, bahkan hanya 7 ton,”ungkapnya. 

Untuk itu, pihaknya juga akan mengajak pihak SPBU Jailolo, bersama – sama ke Pemkab Halbar, untuk mempertanyakan langsung ke pihak Pertamina Tobelo dan bahkan Pertamina di Papua yang mewadahi wilayah Indonesia Timur.

“Kami pun berharap dukungan SPBU Jailolo, juga besok sama – sama dengan kami untuk menyampaikan kepada Pemkab Halbar,”tandasnya.

Terpisah Audit Internal SPBU Jailolo, Sofifi, dan Batu Anteru Ternate, Fransiskus Letsoin, mengakui, sudah dua pekan berjalan sudah mengalami kelangkaan BBM. Karena kendalanya di pasokan dan keterlambatan mobil pengangkut BBM. Dengan begitu, hanya bisa setengah hari untuk melakukan pelayanan.

“Memang betul kurang lebih dua minggu berjalan terjadi kelangkaan, itu karena kendalanya dari pasokan BBM,”aku Fransiskus.

Untuk penyebab terjadi kelangkaan, lanjut Fransiskus, belum mengetahui penyebabnya dari mana. Walaupun begitu, biasanya kuota yang diminta 30 ton tetapi hanya perole 20 ton per hari, sehingga terjadi kepadatan antrian. “Kita hanya bisa ambil pasokan dari Pertamina Tobelo saja,”pungkasnya. (ncs)

Share:
Komentar

Berita Terkini