Ketua Timsel Zona I : Ketua Bawaslu Tahu, Tapi Pura-Pura Tidak Tahu

/ Rabu, 08 Agustus 2018 / 02.23
Ketua Timsel zona I (satu) Bawaslu Kabupaten/Kota, Muamil Sunan

TERNATE – Kura kura dalam perahu pepatah ini patut di sematkan dalam proses seleksi calon anggota badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota yang dilakukan tim seleksi zona I (Satu).pasalnya, dalam proses seleksi tersebut, sebagian timses sengaja berpura-pura tidak mengetahui dan meloloskan, Amru Arfa pada tahapan selanjutnya. Padahal dirinya perna menjabat   sebagai wakil sekertaris hukum dan HAM partai Golkar Maluku Utara.

“Amru Arfah memang dia yang bermasalah, saya sekarang ambil sikap dengan posisi tidak mau tau lagi, tidak mau lagi berurusan dengan timsel Bawaslu karena ada pelanggaran Undang-undang yang sengaja dilanggar demi meloloskan salah satu calon Bawaslu Kota Tidore (Amru Arfa) yakni Undang Undang Nomor: 7 Tahun 2017 pasal 117 ”. Beber Ketua Timsel zona I (satu), Muamil Sunan, saat di konfirmasi wartawan media ini melalui via telpon. Selasa ( 7/8/2018).   

Namun menurutnya, meski undang- undang telah mengatur demikian namun beberapa teman-teman timsel tetap memaksakan Amru Arfa harus diloloskan makanya saya tidak mau terima sehingga sampai sekarang tidak mau tanda tangan berita acara pengumuman.

“Karena banyak orang yang komplen masalah Amru Arfa maka saya tidak mau mengambil resiko dengan meloloskan bersangkutan karena regulasinya jelas, bahwa yang ingin mendaftarkan sebagai calon anggota Bawaslu atau KPU sudah harus mengundurkan diri sekurang-kurangnya 5 tahun,”jelasanya

“kalau dia mengundurkan diri katakanlah dari tahun 2016 berarti sekarang juga belum sampai 5 tahun itu artinya melanggar aturan,” Lanjutnya

Menurutnya, terkait hal ini dirinya sudah komunikasikan langsung ke ketua Bawaslu Malut. Namun Ketua Bawaslu Hanya menanyakan surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPD Partai Golkar Malut.

“saya sudah kirim lewat WhatsApp (WA) dan dia sebenarnya sudah tau cuman pura-pura tanya saja setelah saya kirim, saya juga bilang SK itu juga saya sudah kasih ke teman timsel Muhsin Bailusy dan sekretarisnya Asmara Bani,”Bebernya

Lanjutnya, kalaupun kedua anggota Timsel tetap ngotot bahwa Amru Arfah harus diloloskan dan kalau ada aksi protes segala macam, saya tidak mau tahu lagi karena melanggar aturan kecuali Amru Arfa itu dikeluarkan baru saya bisa terima dan saya akan tanda-tangani berita acara.

“Setelah malam pleno karena saya tetap mengatakan bahwa Amru bermasalah tetapi mereka tidak mau terima dan tetap ngotot dia (Amru Arfa) harus di loloskan,ketika pleno tersebut tak menemui kesepakatan, malam itu saya pulang dan paginya saya ditelpon oleh staf ahli Bawaslu yang bantu di zona I (satu) mengatakan bahwa empat anggota Timsel sudah tanda tangan sisa Pak Ketua, terus saya tanya apakah pengumuman hasil masih sama semalam atau ada perubahan kemudian Staf ahli  mengatakan masih sama seperti semalam maka saya bilang kalau masih, maka saya tidak tanda tangan,”jelasnya

“ karena emosi saya katakan suru Asmar atau Ucin yang tanda tangan, suru dong jadi Ketua ulang gantikan saya,”Ucapnya dengan nada kesal

Menurutnya, Masalah titipan itu pasti, cuma  artinya harus sesuai mekanisme yang di atur oleh konstitusi. “titip-menitip tapi yang wajar lah jangan sampai bermain kasar apalagi melanggar konstitusi atau aturan, itu yang saya tidak mau,”tuturnya

Maka saya tetap bersikap selama Amru Arfa di loloskan maka saya tidak akan tanda tangan berita acara. Tutupnya (red)
Komentar Anda

Berita Terkini