Ketua Timsel Zona I Bawaslu Kabupaten/Kota “Geram” Beberkan Kecurangan Proses Seleksi

/ Selasa, 07 Agustus 2018 / 22.06
SK Kepengurusan DPD Partai Golkar Malut, Masa Bakti 2016-2021

TIDORE – Ketua tim seleksi Zona I Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupate/Kota, Muammil Sunan geram dan angkat bicara terkait lolosnya Amru Arfa sebagai salah satu dari 6 (enam) Calon yang lolos seleksi tes kesehatan dan wawancara Bawaslu Kota Tidore Kepulauan, Pasalnya, Amru Arfa di nilai cacat prosedur karena pernah menjabat sebagai wakil sekertaris hukum dan HAM partai Golkar Maluku Utara di buktikan dengan surat keputusan DPD partai Golkar Malut Nomor :KEP.156/DPD/GOLKAR-MU/II/2016 terkait komposisi dan personalia DPD Kota Tidore Kepulauan masa bakti 2016-2021.

“Nama yang masuk sebagai pengurus partai ada dua yakni Amru Arfa dan Fahmi Albar, hanya saja setelah dikroscek melalui data silon Partai Golkar, Fahmi Albar tidak ada, yang ada hanya Amru Arfa,” Ungkap Ketua tim seleksi zona I Bawaslu Kabupaten/Kota, Muammil Sunan. Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, proses putusan peserta yang lolos ke enam besar dan akan diteruskan ke Bawaslu RI itu berjalan sudah tidak sehat dan tidak jujur. “ ada permainan jahat yang di lakukan oleh dua anggota Tim Seleksi Bawaslu Zona I diantaranya Asmar Bani dan Muhsin Bailussy demi meloloskan Amru Arfa,”Bebernya

Dan ironisnya, Kata Muammil perdebatan mengenai Amru Arfa sudah disoalkan pihaknya sejak rapat pleno pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu, dimana Amru Arfa telah terbukti menyalahi aturan karena yang bersangkutan terdaftar sebagai pengurus partai Golkar sejak tahun 2016 dan kemudian mengundurkan diri diakhir tahun 2016.

“meski dirinya telah mengundurkan diri tetapi aturannya telah jelas, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 117 menjelaskan calon anggota Bawaslu atau KPU yang perna menjabat sebagai pengurus parpol sudah harus mengundurkan diri minimal lima tahun dan Amru Arfa belum sampai lima tahun sehingga tidak memenuhi persyaratan tersebut,” tegasnya

“Saya tidak akan tandatangan karena hasilnyan tidak sesuai dengan aturan, bahkan saya sudah sampaikan ke Asmar dan Muhsin bahwa saya sudah tidak ada urusan dan saya tidak akan datang lagi di sekret bahkan tidak lagi ambil honor saya,  sebab ini menyangkut nama baik, karena saya ini adalah seorang dosen,  Jadi jangan sampai gara-gara mereka berdua nama saya tercoreng, karena saya tidak suka bermain dengan hal yang tidak wajar. Bahkan saya akan membongkar kejahatan mereka berdua,”.Pungkasnya.

Lebih lanjut, Muammil membeberkan kejahatan yang berlangsung di tubuh Timsel dalam pemberian nilai dimana Asmar dan Muhsin yang terlihat ngotot melindungi Amru Arfa, ada apa?  keduanya saat memberikan nilai kepada enam perserta lainnya yang digugurkan, sangat tidak sesuai dengan kategori akademik dan hal ini tak patut di contoh.

“atas nama Integritas Tim Seleksi serta pertanggungjawaban sebagai orang yang mewakili akademisi, saya tidak akan melakukan penandatanganan selama Amru Arfa tidak diganti,”Tegasnya

Terpisah hal senada dibenarkan Sekertaris DPD II Partai Golkar Elvri habib, dia mengaku bahwa ke dua nama yakni Amru Arfa dan Fahmi Albar yang dicatut dalam seleksi Bawaslu dari Partai Golkar itu benar adanya, hanya saja untuk Amru Arfa sudah mengundurkan diri diakhir tahun 2016 untuk mengikuti seleksi Panwas tahun lalu. Sementara untuk Fahmi Albar setelah dikroscek yang bersangkutan tidak tahu kalau namanya dimasukan dalam pengurus Partai Golkar sebagai Wakil Sekertaris Pimpinan Kecamatan Tidore Selatan DPD II Partai Golkar.

“Biasanya kalau kami di DPD II itu rapatnya bersama pimpinan Kecamatan dan sekertarisnya saja, soal kepengurusan yang lain itu kewenangan Pimpinan cabang  untuk merekrut, dan setelah saya konfirmasi ke Pimcam Tidore Selatan mengakui hal yang sama bahwa mereka merekrut tanpa confirmasi ke Fahmi Albar, tetapi kalau Amru memang dia masuk di struktur DPD II Partai Golkar,” Jelasnya. (Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini