KNPI Malut Siap Mengawal Pileg 2019

/ Jumat, 31 Agustus 2018 / 01.54
Ketua KNPI Malut Thamrin Ali Ibrahim (Kaos kuning) bersama fungsionarisnya

TERNATE - Menyongsong Pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019  yang aman, adil dan sejuk.  Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara siap mengawal perhelatan pileg 2019 mendatang.

Ketua DPD KNPI Malut, Thamri Ali Ibrahim mengatakan, agar pemilu yang digelar dapat berjalan secara aman, adil dan sejuk, sudah barang tentu adanya peran kaum muda untuk mengawal serta dibutuhkan pengawasan dari semua pihak, salah satunya pemuda.

Menurutnya, peran pemuda sangat signifikan dalam mengawal proses pemilu. Pemuda dapat bekerjasama dengan penyelenggara sehingga tidak terjadi instabilitas politik termasuk memengaruhi pemilih dengan sistem barter (politik uang) baik itu terstruktur, struktur maupun masif (TSM) dan tidak secara TSM.

“ Peran pemuda dan masyarakat dalam mencegah instabilitas politik jelang Pemilu 2019 sangat penting. Dari kacamata beberapa tahun terakhir terdapat kekhawatiran secara masif dimungkinkan kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Thamrin pada jumpa persnya di Hotel Corner Ternate, Kamis (30/8) sore tadi.

Sebab, Kata Thamrin,  hampir seluruh peserta calon legislatif yang saat ini diumumkan sebagai Daftar Calon Sementara (DCS) mulai melakukan kampanye (curi star) sebelum tiba jadwal kampanye. Tentu gejala buruk ini bukan tidak mungkin mengganggu menyongsong Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Karenanya, dibutuhkan pengawasan akstra Bawaslu Malut termasuk Bawaslu kabupaten/kota untuk menyikapi dan melakukan pengawasan secara masif untuk memastikan pileg 2019 tidak terganggu dengan issu-issu transaksi politik uang, barter suara dengan cara memberi bantuan, maupun upaya-upaya intimidasi yang mengandung sara.

“ Karena itu, KNPI menantang Bawaslu untuk bagaimana menyikapi dan mengawasi pemilu 2019 ini sagar tidak terganggu dengan issu-issu yang mengenakkan publik,” sambungnya.

Ditambahkan, Ketua Bidang Hukum dan HAM KNPI Malut, Fahrudin Maloko menyebutkan, pada prinsipnya pemuda memiliki tanggungjawab untuk berpartisipasi mengawasi pemilu legislatif 2019 mendatang.

“ Harapannya ialah peran pemuda dalam hal memaksimalisasi proses pileg ini benar-benar dipilih berdasarkan pada aspirasi maupun kehendak pemilih. Juga diharapkan tidak ada pemilih ‘pragmatis’,”  ujar Eros sapaan akrabnya.

Menurut Eros, secara garis besar, ada dua point yang di kawal KPNI pada pileg mendatang. Pertama pada tatanan advokasi dan mengurangi catatan-catatan klasik pemilu sebelumnya. Dijelaskannya, tatanan advokasi yang dimaksud adalah mengurangi padangan dan kebijakan publik yang mana peserta pemilu bisa memengaruhi pemilih untuk meraup suara. Sehingga pemilih harus tidak berdasarkan pada materi, melainkan memilih caleg sesuai keinginan bukan karena paksaan atau pengaruh lain apalagi menjadi politik ‘pragmatis’.

Sedangkan mengurangi catatan-catatan klasik adalah pemilih berperan serta menekan angka jumlah politik uang, serta bentuk cara lain yang mana dapat memengaruhi pemilih untuk menentukan pilihan. Karena pemilih berdasarkan pada materi sangat bertentangan Undang-udang pemilu. 

“ Ada unsur pidananya, maksimal 5 tahun penjara dan minimal 3 tahun penjara. Sehingga dua poin yang maksud itu bisa merubah image masyarakat Maluku Utara untuk menentukan pilihan misi-visinya benar-benar menyentuh masyarakat,” imbuhnya.(cul)


Komentar Anda

Berita Terkini