Oknum Sopir Pertamina Kepergok ‘Kencing’ Ditengah Jalan

/ Jumat, 24 Agustus 2018 / 12.24
FK tertangkap basah saat mencurah BBM dari tangki ke jerigen (Dok : Bices) 

SOFIFI -  Satgas OPS PAM RAHWAN Maluku-Maluku Utara Yonif 731/Kabaresi SSK II Pos 3 Tetewang Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) sekitar pukul 04:35 WIT, Kamis (23/08/2018) sore kemarin berhasil menggagalkan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang akan disalurkan ke SPBU Sofifi.

Ironisnya penyelundupan ini dilakukan oleh oknum sopir truk tangki Pertamina berinisial FK alias Fence Kansil (35). Fence sendiri adalah sopir truk tangki pemasok BBM Pertamina milik PT  El Nusa yang menang tender sebagai penyuplai BBM ke SPBU Sofifi milik PT Semarak Indah.

Informasi yang berhasil diperoleh menyebutkan, dalam aksinya pelaku diduga bekerja sama dengan oknum  Security Depot Pertamina Tobelo Halmahera Utara dengan modus truk tangki berkapasitas 10 kiloliter itu tidak dipasangi kertas segel pada kran tanki BBM setelah melakukan pengisian BBM di Depot Pertamina. Padahal sesuai prosedur sebelum melakukan pendistribusian ke SPBU yang dituju seharusnya truk tangki pengangkut  BBM dengan nomor polisi (Nopol)  B 9989 SFU ini sudah dipasangi kertas segel pada masing-masing kran peluncur tangkinya. Agar tak dicurigai, pelaku mengantongi kertas segel hasil kongkalikong dengan oknum Security yang bertugas memasang segel ke kran tanki dengan iming – iming uang bagi hasil dari penjualan ilegal. 

Alih-alih kertas segel kran tangki BBM ini akan dipasangi setelah pelaku leluasa menjual isi tangki ke para pengecer sebelum sampai ke tempat tujuan. Modus operandi  ini kerap kali dilakukan agar pihak SPBU yang dituju tidak mencurigai aksi pelaku. Sebab kertas segel tersebut berisikan seluruh besaran dan volume isi truk tanki BBM yang di kirim dari Depot Pertamina ke SPBU yang dituju sehingga sangat rentan dicurigai oleh pihak pengelola SPBU jika terjadi kekurangan volume.

Berdasarkan keterangan Danpos 3 SSK II Satgas OPS PAM RAHWAN Maluku-Maluku Utara Yonif 731/Kabaresi, Sertu Nurman Ashari yang dikonfirmasi awak media kemarin menyampaikan, penangkapan ini berawal dari informasi warga masyarakat sekitar yang acapkali memergoki ulah FK.

“Sekitar pukul 11 siang kami mendengar informasi dari warga masyarakat yang melihat sopir truk tangki BBM yang mencurah minyak ke galon dijalan untuk dijual ke pengecer, menindaklanjuti informasi itu, saya perintahkan 2 anggota saya untuk mengecek kebenarannya, setelah melakukan pengintaian selama berjam-jam akhirnya terbukti, 2 anggota saya menangkap basah FK tengah mencurah minyak dari truk tanki ke galon. Nah, kejadiannya di Tanjung Barnabas, ”terang Nurman Ashari.

Lanjut Nurman, setelah ditangkap pelaku FK ini langsung diamankan ke Pos 3 SSK II Tetewang pada pukul 05:15 WIT sore untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 “ Pelaku langsung diamankan ke Pos, tetapi sebelumnya saya berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”kata Nurman.

Nurman Ashari menambahkan, pelaku dalam hal ini FK alias Fance melakukan aksinya sebanyak tiga kali setelah aksinya yang ketiga digagalkan oleh pihak TNI SSK II Pos 3 Tetewang. Kini pelaku telah ditahan oleh pihak yang berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut.

 “ Yang bersangkutan telah menjalankan aksinya sebanyak 3 kali, dia (pelaku) beralasan untuk mencari uang rokok, masalah ini kami serahkan ke pihak berwenang untuk penyelidikan selanjutnya,” bebernya.  

Disisi lain, maraknya aksi penjualan BBM ilegal yang dilakukan oleh sopir truk pengangkut BBM Pertamina ini menuai dampak yang cukup berarti bagi warga masyarakat di Sofifi. Betapa tidak, hampir sebulan terakhir pelayanan BBM di SPBU Sofifi sendiri menjadi terganggu lantaran mengalami kekurangan stok BBM yang berakibat terjadinya antrean padat kendaraan roda empat maupun roda dua. Kondisi tersebut menurut informasi yang dihimpun juga terjadi di SPBU Kota Maba Kabupaten Halmahera Timur maupun di SPBU Kota Jailolo Kabupaten Halmahera Barat.

“Hampir sebulan ini pelayanan SPBU tidak maksimal sehingga antrean sangat padat,katanya kekurangan stok,”keluh Saiful, salah seorang supir angkutan umum wilayah Sofifi saat diwawancarai wartawan, Jumat (24/8/2018) pagi tadi.

Senada dengan Saiful, Hasan salah seorang sopir angkutan umum kepada wartawan meminta perhatian serius dari pihak Pertamina cabang Ternate dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan maupun Pemprov Malut untuk mengatasi kelangkaan BBM di Sofifi ini. 

“ Kami hanya butuh perhatian dari Pertamina maupun Pemkot Tikep dan Pemprov untuk secepatnya mengatasi kelangkaan ini, sebab kalau dibiarkan tentu akan berdampak juga pada aktivitas ekonomi masyarakat di Sofifi maupun daerah sekitarnya, ”harap Hasan.

Sementara itu, pihak pengelola SPBU Sofifi melalui pengawasnya, Oca Tauli yang dikonfirmasi wartawan pagi tadi membenarkan atas kelangkaan BBM di SPBU yang dikelolanya. Menurut Oca, kelangkaan BBM ini bukan permainan pihak SPBU, sebab SPBU sebagai stasiun pengisian BBM hanya berkewajiban menjualnya kembali. Urusan pendistribusian maupun lainnya terkait suplai minyak adalah tanggung jawab Depot Pertamina Tobelo maupun pihak perusahaan penyuplai minyak ke SPBU Sofifi.

”Hampir sebulan ini setelah pemegang suplai BBM ke SPBU Sofifi dipegang oleh pihak El Nusa, stok yang masuk ke kami dari Pertamina tidak sesuai dengan permintaan, padahal permintaan kami 6 truk tanki tapi yang masuk hanya 3 truk, ini jelas mengganggu pelayanan masyarakat,” terang Oca. 

Dia juga mengaku kaget mendengar kabar tak sedap terkait penangkapan salah satu sopir truk Pertamina yang tertangkap basah mencuri BBM untuk dijual kepada para pengecer sebelum disalurkan ke SPBU Sofifi. Terkait pencurian ini, Oca kepada wartawan mengaku mencurigai ada permainan oknum tertentu di pihak perusahaan penyuplai BBM dan oknum di Depot Pertamina Tobelo beberapa hari terakhir ini. Pasalnya, waktu kedatangan truk pengangkut BBM milik PT El Nusa ini selalu saja tidak tepat waktu alias molor dari perkiraan waktu yang ditaksir saat diterima pihak SPBU Sofifi maupun waktu pengiriman (Delivery Order) dari Depot Pertamina Tobelo.Hanya saja pihaknya belum mendapatkan bukti akurat mengenai hal ini.

”Laporan yang kami terima dari Depot Pertamina Tobelo, keberangkatan truk itu pukul 11:30 WIT, taksiran kami sampainya di SPBU Sofifi harusnya pukul 02:30 WIT, akan tetapi molor hingga malam hari. Padahal saat penyuplai dipegang perusahaan sebelumnya tidak begini, ini yang menjadi faktor terganggunya pelayanan di SPBU, bagaimana mau melayani masyarakat, truknya BBM nya saja sudah masuk malam begitu, “ungkap Oca.

Selain itu, Oca juga mengaku menaruh  curiga lantaran isi tangki BBM yang disuplai El Nusa mengalami penyusutan volume saat diterima pihak SPBU Sofifi. 

“ Padahal laporan yang dikirim Depot Pertamina Tobelo jumlahnya sekian, namun setelah di terima oleh kami kemudian di ukur ternyata sudah menyusut jumlahnya dari permintaan yang seharusnya,” keluh Oca.

Atas kejadian ini, Oca selaku pihak pengawas SPBU Sofifi mengaku rugi lantaran pelayanan SPBU kepada warga masyarakat Ibu Kota Provinsi maupun daerah sekitarnya terhambat akibat  molornya penyaluran BBM dari pihak perusahaan penyuplai serta aksi pencurian sopir truk angkutan BBM milik perusahaan tersebut. Olehnya itu, untuk menjaga nama baik SPBU Sofifi, Oca selaku yang berwenang mengancam bakal menggiring kejadian pencurian BBM oleh sopir truk penyuplai BBM milik El Nusa ke pihak aparat hukum untuk diproses lebih untuk mengungkap dalang dibalik kasus ini.

“ Untuk menjaga nama baik SPBU di mata warga masyarakat Sofifi, kami akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, ini juga penting dilakukan sehingga masyarakat juga tahu bahwa SPBU Sofifi tidak menimbun BBM,” ujarnya. (bices)

Komentar Anda

Berita Terkini