Satlantas Polres Tikep Jaring 166 Pengendara Tidak Tertib Berlalu Lintas

/ Jumat, 31 Agustus 2018 / 01.40
Brigpol. Abdul Latif Arifin

TIDORE-  Untuk menjaga ketertiban dan kenyaman berlalu lintas Satlantas Polres Tidore Kepulauan mengelar operasi rutin yang di mulai sejak tanggal 1 - 30 Agustus.  

Satlantas Polres Tidore Kepulauan berhasil mengamankan pengendara bermotor yang tidak menggunakan helm depan dan helm belakang serta surat-surat kelengkapan kendaraan lainnya.

Dari sejumlah pelanggaran yang ditemukan oleh Satlantas Polres Tidore Kepulauan sebanyak 166 yang ditahan, karena tidak menggunakan helem serta tidak memiliki kelengkapan administrasi serta tidak adanya plat nomor.  

Dari 166 pelanggar yang ditilang oleh satlantas Polres Tidore itu terdiri dari kendaraan roda dua maupun empat. Dari hasil operasi rutin dengan menemukan 166 pelanggar ini di dua kecamatan di Kota Tidore Kepulauan, antara lain, Kecamatan Tidore dan kecamatan Tidore Selatan.

"Dari Operasi rutin yang kami lakukan hingga di bulan agustus ini terdapat 166 pelanggar, dan pada hari Jumat 31 Agustus (besok red) pelanggar ini akan kami ajukan ke pengadilan untuk dilakukan sidang, tetapi ada bertahap yang lain  dilaksanakan sidang pada tanggal 28 September 2018 mendatang," Ungkap Baur Tilang, Brigpol. Abdul Latif Arifin. kepada sejumlah wartawan saat di temui di ruang kerjanya. Kamis (30/8/2018) siang tadi.

Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan bahwa agenda tilang yang dilakukan pihaknya akan berlaku setiap hari, untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar bisa mengunakan helm bagi pengendara sepeda motor, baik di depan maupun belakang, serta melengkapi semua administrasi berupa SIM dan STNK. Pasalnya jika pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helem maka akan ditilang dan dikenakan denda.

“Kalau saat ini dengan diberlakukannya aplikasi e-tilang, itu para pelanggar juga sudah bisa langsung membayar denda melalui Bank BRI apabila mereka tidak mengikuti sidang, jadi denda yang nantinya akan diberikan ke pelanggar itu berdasarkan pelanggaran yang dilalui, kemudian disesuaikan dengan pasal yang ada,” jelasnya. Welly sapaan akrabnya.

Sambung Welly, “ Kalau pelanggaran hanya helm berarti kenal denda sebesar Rp.150.000, dengan denda maksimalnya Rp.250.000. Sedangkan pasal 291 ayat 1 dan pasal 291 ayat 2 yang banyak terjadi pada pelanggaran helm depan dan belakang. Sementara kalau pelanggaran SIM dan STNK itu, kenakan denda sebesar Rp.500.000, dengan denda maksimalnya Rp.1000.000 dalam undang-undang,” kata Welly sapaan akrabnya.(Dar)

Komentar Anda

Berita Terkini