Sebut Wartawan Tidak Beretika, Ketua KJH Minta Nani Liem Hadirkan Bukti

Editor: Admin author photo
Ketua KJH Halbar uslan Habsy


HALBAR - Untuk tidak mencemari nama baik wartawan atas tudingan tidak beretika saat melakukan wawancara atau konfirmasi berita saat beredarnya foto mesra Nani Liem bersama Bupati Halbar Danny Missy. Maka Komunitas Jurnalis Halmahera Barat (Halbar), meminta Nani Liem hadirkan bukti hasil wawancara kepada penegak hukum. Hal tersebut dikatakan Ketua Komunitas Jurnalis Halmahera Barat (KJH) Ruslan Habsy, pada wartawan Selasa, (14/08/2018).

Menurut Ruslan, tindakan oknum wartawan yang dituding oleh Nani Liem tidak beretika saat diwawancarai akan menjadi bahan evaluasi, agar tidak merusak citra dan nama baik profesi para pemburu berita tersebut. Karenanya, dengan bantuan Nani Liem menghadirkan bukti wawancara  secara lengkap untuk ajukan ke pihak kepolisian sekalipun akan dipandang positif oleh KJH.

" Karena, bantuan Nani sangat membantuh KJH untuk mendorong dan ungkap kebenaran dibalik foto mesra Bupati bersama Nani Liem yang telah diedarkan di sosial media (Facebook)." Ucapnya.

KJH kata Ruslan, tidak akan membela wartawan yang tidak etis saat berwawancara. Karena, persoalan etika berwawancara merupakan hal baru yang dikeluhkan oleh sumber.  Apabila Nani Liem dapatkan menghadirkan bukti wawancara, maka KJH bersama Nani Liem akan mendatangi pihak penegak hukum. Hal itu KJH dapat membantu Nani Liem untuk mengungkap akun palsu yang menyebar foto mesra yang disebut editan itu.

"Biasanya sumber keluhkan etika menulis. Jarang terjadi sumber keluhkan etika wawancara konfirmasi berita. Maka itu, sampaikan bukti agar nama baik wartawan tidak tercoreng dan KJH membantu ungkap kebenaran foto yang dinilai editan itu."Tutur Ruslan.

Wartawan menurut Ruslan, belakangan cukup banyak mendapatkan tekanan dari berbagai oknum untuk melarang menulis berita beredarnya foto mesra milik bupati Danny dan Nani Liem teraebut. Maka itu, KJH akan membantu wartawan untuk tetap membuktikan kebenaran berita guna publik bisa mengetahui dengan benar foto yang beredar dan berita yang ditulis wartawan.

"Sudah cukup banyak wartawan saat menulis berita di bilag hoax. Tapi akhir dari berita 99 persen terbukti kebenaran berita wartawan. Maka itu, berita yang dipublis wartawan terkait foto mesra bupati dan Nani juga akan memjadi catatan kebenaran secara penuh untuk publik sebagai pembaca berita. Karena, persoalan dari beredar foto tersebut memjadikan wartawan dituding tidak beretika saat wawancara"Terang Ruslan.

Menurut Ruslan, wartawan diyakini cukup memahami bagaimana cara mewawancarai terkait setiap persoalan terlebih mengenai foto mesra. Karena tentu cara penggiringannya tidak dilakukan wartawan menggunakan wawancara dengan konsep firman hindari perjinahan.(ncs)
Share:
Komentar

Berita Terkini