Sekda Halbar Janji Selesaikan Kelangkaan BBM dan Krisis Air Bersih

Editor: Admin author photo
Sekda Halbar Syahril Abd. Rajak

HALBAR - Terkait dengan tuntutan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) cabang Halmahera Barat (Halbar) bersama Pemuda serta Masyarakat Hamente yang meliputi Desa Tibobo, Hoku-Hoku Gam, Cempaka, Gamnyial, Ngaon dan Desa Gamsungi, yakni Persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan krisis air bersih, pasti bakal ditangani bersama antara Pemkab dan DPRD Halbar.

Demikian disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Halbar, Syahril Abd Rajak kepada wartawan, usai hering bersama dengan DPRD dan masa aksi, di ruang komisi II DPRD Halbar, Selasa (14/08/2018).

Menurut Syahril, terkait dengan kedua permasalahan yang menjadi tuntutan masa aksi, diantaranya kelangkaan BBM, akan ditangani pihak pemkab bersama DPRD dengan melibatkan pihak SPBU Jailolo.

" Sehingga kita bisa mengetahui penyebab dari kelangkaan BBM tersebut, apakah permintaan dan suplai BBM di Halbar ini berimbang atau tidak, sehingga kita bisa mencari solusi untuk menanganinya," ungkapnya.

Lanjutnya, biasanya kelangkaan BBM terjadi akibat permintaan lebih tinggi dari pada suplai atau pun sebaliknya, karena yang terjadi di Halbar ini lebih banyak pelayanan jerigen ketimbang kendaraan.

" Tetapi kalau permasalahan adalah jalur dalam hal ini jembatan di desa Ratem, kita sudah memanggil pihak terkait untuk melakukan pengukuran dan perhitungan biaya," ucap Syahril.

Orang nomor tiga Halbar, juga mengakui, sementara untuk krisis air bersih, yang terjadi di Hamente, pihak akan mencari solusinya, diantaranya mencopot dirut PDAM Halbar. Sedangkan tawaran solusi yang disampaikan masa aksi terkait dengan penambahan Bak penampungan di Hamente, masih dipertimbangkan, sebab berbicara pembangunan Bak itu berbicara jangka panjang.

" ya, karena kita harus mencari lahan yang akan dibangun dan siapa yang akan mendanai, masa PDAM yang harus membangun sedangkan operasional saja besar sebab membutuhkan listrik, kalau kita bandingkan dengan pelanggan yang ada pasti akan rugi," jelas Sekda.

Namun kita (Pemkab)  terus berupaya mengatasi krisis air bersih di Hamente dengan mengfungsikan bak yang sudah ada dulu, sambil mendesain sebagaimana yang diusulkan massa aksi.

" Kendala krisis air bersih bukan hanya kekurangan bak, melainkan penanganan yang lambat dari PDAM,  sehingga untuk mengatasi ini, Dirut PDAM harus digantikan," katanya.

Tambah dia, Dan untuk mengantikan dirut PDAM paling bagus itu dari non PNS, yang berasusmsi membangun,  diantaranya direkrut dari pengusaha. Tapi siapa itu belum tau, karena harus melalui tahapan seleksi," ujar Syahril. (nan) 

Share:
Komentar

Berita Terkini