Tragis, Pelaku Pembunuhan di Tobelo Tidak Manusiawi

/ Senin, 20 Agustus 2018 / 22.21
Korban pembunuhan Hein Masnandafu warga Desa Kantana (Dok: Warganet)

HALUT -   Kasus pembunuhan yang terjadi di desa Kantana, Kecamatan Tobelo Timur, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) sangat tragis dan tidak manusiawi.  Pasalnya,  korban bernama Hein Masnandafu (46), warga Desa Kantana, tewas dibunuh pelaku bernama Frideson Kapita (30) mengunakan senjata tajam.

Ironisnya,  pelaku  fredison tegah menghabisi nyawa  korban, karena diduga memiliki dendam sehingga nekat menganiaya korban yang saat itu sedang tertidur pulas.

Dengan begitu, berdasarkan keterangan saksi Ardiana (45), selaku istri korban menyatakan kronologis kejadiannya berawal saat itu korban sedang tertidur dibangku (kursi-red) di dalam rumahnya. 

Sementara dirinya (saksi-red) tidur di dalam kamar namun tidak begitu nyenyak, sehingga masih bisa mendengar suara langkah kaki yang masuk ke dalam rumahnya.

Dengar suara langkah yang mencurigakan, saksi (isteri korban)  kemudian langsung beranjak dari kamar tidur untuk mengintip pelaku yang berusaha masuk ke dalam rumah secara diam-diam langsung menuju ke dapur dengan mengambil sibela parang milik korban.

Setelah itu, pelaku keluar langsung menebas korban yang sedang tertidur pulas, melihat aksi pelaku dengan membabi buta menghabisi suaminya. saksi korban kemudian lari keluar rumah dan berteriak meminta tolong kepada warga setempat.

“ Saya melihat pelaku memotong suami saya yang sedang tertidur,” ungkap Adriani kepada pihak yang berwajib. Sambung Adriana,  saat dirinya berteriak meminta tolong ke warga setempat,  pelaku langsung berbalik arah dan berusahan menganiaya dirinya, beruntung ia berhasil melarikan diri dari kejaran pelaku.

“ Warga yang datang ke TKP melihat korban sudah bersimbah darah, dan sekujur tubuhnya penuh dengan luka akibat dari benda tajam yang di gunakan pelaku. Karena panik pelaku berusaha melarikan diri, namun aksi pelaku itu digagalkan warga desa katana, kemudian pelaku langsung di bawah ke rumah Kepala Desa, dan kepala desa pun meminta warga nya segera menghubungi pihak Polsek Tobelo Timur,” terangnya.

Tak lama kemudian sekira pukul 01.40 WIT, Kapolsek Tobelo Timur Iptu J. Sariwating bersama KBO Polres Halut Ipda Anwar bersama 12 orang personel gabungan Polres Halut dan Polsek Kecamatan Tobelo Timur tiba di lokasi TKP dengan police line pada rumah korban.

Pada saat yang bersamaan sekira pukul 02.00 WIT, korban di evakuasi ke RSUD Tobelo dengan menggunakan mobil Pick up milik saudara Hengki dan dikawal oleh 4 orang Personel Polres Halut untuk dilakukan visum.

Sementara untuk pelaku yang  berada dirumah Kepala Desa Katana belum dapat di bawah ke Polsek Tobelo Timur untuk dimintai keterangan, dikarenakan kondisi kejiwaannya pelaku belum stabil.

Untuk situasi saat ini,  Kapolsek dan anggotanya sampai saat ini masih berjaga-jaga di lokasi TKP Desa Katana untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

Sedangkan pelaku sekira pukul 05.37 WIT, pelaku Ferdison Kapita yang dikawal oleh KBO Intel Polres bersama anggotanya langsung menjemblos pelaku ke dalam sel tahanan Polres Halut guna pemeriksaan lebih lanjut.(cul)

Komentar Anda

Berita Terkini