Warga Desa Tuada Boikot Proyek Jembatan

/ Selasa, 07 Agustus 2018 / 20.35
Warga desa tuada memboikot aaktivitas pembangunan jembatan, Selasa (7/8).

HALBAR – Puluhan warga Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Selasa (7/8) menghentikan aktivitas proyek pembangunan dua jembatan di sungai koma dan sungai saroto, warga menilai proyek balai tersebut tak ada izin dari desa.

Tokoh Pemuda Desa Tuada Asirun Jumati, mengatakan pemboikotan dilakukan akibat masyarakat merasa kesal dengan pihak kontraktor, yang tak meminta izin dari warga desa setempat, menurutnya pekerjaaan proyek apapun harus ada kordinasi dengan masyarakat termasuk pembangunan jembatan sungai koma dan saroto.

"kami masyarakat desa tuada memboikot pekerjaan dua jembatan ini karena pekerjaan ini sudah barjalan kurang lebih satu bulan tetapi pihak kontraktor tidak pernah datangi pemerintah desa tuada untuk meminta izin atau memberitahukan, padahal dua jembatan ini, sungai koma dan saroto masuk pada wilaya desa tuada,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek pekerjaan jembatan milik PT Ideal Kontraktor senilai Rp. 14 Miliar ini belum bisa di kerjakan selama pihak kontraktor belum mendatangi pemerintah desa Tuada.

"jadi kami selaku warga desa tuada meminta kepada parah pekerja jembatan untuk menghentikan pekerjaan tersebut sampai kontraktor datang untuk meminta izin atau memberitahukan kepada pemerintah desa kami di tuada," tegas Asirun.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tuada Hilman Malik, mengatakan kontraktor dan juga konsultan pembangunan proyek jembatan tersebut agar segera menyelesaikan persoalan ini, demi kelancaran dan kemanan pekerja proyek pembangunan jembatan tersebut.

"jadi saya salah satu dari anggota BPD Desa Tuada meminta kepada pihak kontraktor dan konsultan, secepatnya mendatangi kepala desa tuada untuk menyelesaikan masalah yang terjadi ini agar dari pihak kontaraktor, konsultan, pekerja dan desa itu berjalan lancar dan aman," kata Hilman.
Sementara itu, pihak konsultan berjanji, permasalahan pembangunan proyek tersebut akan diselesaikan secepatnya.
"Sementara ini kami belum bisa mengambil keputusan soal persoalan ini, karena bos kami sementara masih berada di kota ternate, jadi Insah Allah besok bos kami kembali baru kami sampaikan dan kami akan datangi pemerintah desa tuada bersama dengan desa todowongi maupun desa matui," ujar salah satu konsultan proyek yang enggan namanya dipublikasi (ncs)

Komentar Anda

Berita Terkini