Aneh, Pengisian Form C7 KWK Gunakan Kertas HVS

/ Sabtu, 01 September 2018 / 22.53
Suasana buka kotak suara di KPU Malut
TERNATE- Komisi pemilihan umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali membuka kotak suara di dua Kabupaten yakni, Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula dalam rangka melengkapi alat bukti sengketa perselisihan hasil pemilu (PHP) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun ada yang menarik saat pengecekan atau pembukaan kotak suara di dua kabupaten tersebut. Pasalnya, dari pemeriksaan yang dilakukan di temukan beberapa tempat pemungutan suara (TPS) tidak menggunakan Form C7 KWK, ada juga penggunaan Form C7 KWK yang menggunakan kertas HVS dan sebagian besar menggunakan Form C7 KWK tetapi tidak memiliki tanda tangan dari KPPS.
Hal itu diakui Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo, saat diwawancarai awak media di Kantor KPU Malut.

"Memang kita akui ada kelemahan di teman-teman penyelenggara tingkat bawah, jangankan di kampung-kampung di kota saja ada yang begitu jadi ini kita akui memang sumber daya manusia kita yang masih lemah apalagi ada banyak sekali formulir yang harus diisi,” jelasnya seraya mengakui temuan yang didapatkan. Sabtu (1/9/2018).

Dengan begitu, ia menyerahkan hasilnya di Mahkamah Konstitusi (MK).

" Jadi nanti kita lihat MK yang nanti menilai semua itu, kan kita sudah sampaikan faktanya begitu memang kalau sumber daya kita begitu, apakah itu ada hubungannya dengan manipulasi?,” Nanti mahkamah yang menilai karena ketidakpahaman dia (penyelenggara tingkat bawah) atau sengaja manipulasi itu?, tukas Syahrani.

Mengenai Form C7 KWK yang menggunakan HVS, menurutnya itu juga bagian dari ketidakpahaman  penyelenggara tingkat bawah.

"Saya ingin sampaikan ini apa adanya , itu yang saya bilang pemahaman formulirnya ada tapi dia tulis di tempat lain bisa jadi karena ketidakpahaman pemahaman sumber daya kita yang lemah itu mungkin alasan kita," jelasnya.

Lanjutnya, terkait masalah Form C7 KWK yang tidak ada, nanti kita coba cari kenapa tidak ada.

"Kita akan coba cek ke TPS setempat apakah memang tidak dibuat karena tidak tahu atau apa nanti kita coba lacak," tutupnya (RN)

Komentar Anda

Berita Terkini