Bawaslu Malut : Kampanye dan Sosialisasi Dilarang Jelang PSU Pilgub

/ Selasa, 25 September 2018 / 00.28
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) 
TERNATE - Jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Maluku Utara (Malut) 2018, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Malut mengingatkan pasangan calon dan tim pemenangannya untuk tidak melakukan sosialisasi dan kampanye.

Ketua Bawaslu Provinsi Malut, Muksin Amrin SH MH mengatakan segala bentuk sosialisasi dan kampanye tidak diperbolehkan. “Mengingat ini PSU dimana hal itu (kampanye) dilarang. Apabila, ada yang melakukannya akan kami tindak,” tegas Muksin usai menghadiri video conference Pengamanan Mantap Brata di Mapolda Malut. Senin (24/9/2018) siang.

Bawaslu sendiri, ucap Muksin, menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia di Kecamatan Sanana, Taliabu Barat dan enam desa Kecamatan Kao Teluk itu, telah menginstruksikan pada seluruh jajaran untuk melakukan pengawasan seluruh tahapan PSU.

“Termasuk mengawasi aktivitas pasangan calon dan tim pemenangannya agar tidak melakukan kegiatan yang bersifat kampanye dan sosialisasi. Namun, untuk kegiatan yang bersifat internal dibolehkan,” ucapnya Muksin.

Sementara itu, anggota Bawaslu Provinsi Malut, Aslan Hasan menambahkan, terkait dengan larangan kampanye dan sosialisasi tersebut, berharap agar pasangan calon, khususnya petahana Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba (AGK) untuk menunda aktivitas pemerintahan di daerah yang melaksanakan PSU.

“Meskipun tidak ada larangan gubernur (AGK) untuk melakukan kunjungan kerja atau aktivitas pemerintahan, namun demi terciptanya suasana yang lebih kondusif menjelang PSU, kami sarankan agar menunda jika ada agenda di daerah yang akan dilakukan PSU hingga berakhirnya PSU pada 17 Oktober nanti,” ucap Aslan. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini