Dakwaan JPU, Kades Kuripasai Diancam 6 Tahun Penjara

/ Kamis, 06 September 2018 / 18.16
Sidang Dakwaan Kades Kurapasai dalam kasus pemalsuan tanda tangan (Dok: Nances)

HALBAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ternate, mengelar sidang perdana kasus dugaan pemalsuan tandatangan dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Kuripasai, Kecamatan Jailolo, Joshua Samuel Mesdila, yang digelar pada Kamis (06/09) siang tadi.

Sidang yang digelar di Balai Sidang PN Ternate di Desa Jalan baru, Kecamatan Jailolo, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Yang mana dalam dakwaan JPU terdakwa diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana yang diancam dalam pasal 263 ayat 1 atau pasal 2 KUHP.

Dalam dakwaan yang dibaca Dimas Angga (JPU), Terdakwa (Mesdila) telah terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana pasal 263 ayat 1 yang disangkakan kepadanya.

" Yakni Terdakwa dengan sengaja membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat," kata JPU.

Lanjutnya,  atau pasal 263 ayat 2 KUHP bahwa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah - olah sejatinya, jika pemakaian surat tersebut dapat menimbulkan kerugian.

" Atas perbuatan terdakwa tersebut diancam sebagai mana pasal yang disangkakan dengan ancaman hukuman pidana kuranga penjara paling lama 6 tahun," ucap Dimas dalam dakwaan.

Setelah mendengar pembaca dakwah Majelis hakim yang diketuai Rahmat Selang didampingi Nithanel N Ndaunmanu dan Sugiannur masing-masing hakim anggota, melanjutkan sidang dengan agenda mendengar keterangan para saksi yang dihadirkan JPU.

Usai mendengar keterangan para saksi majelis hakim menutup sidang yang dibuka untuk umum dan melanjutkan pada Kamis 20 September 2018 mendatang.

Namun perlu diketahui, sebelum pembacaan dakwaan oleh JPU, Majelis hakim membacakan tuntutan dengan nomor : 217/Pid.B/2018 /PN Ternate, tertanggal  tertanggal 6 September 2018, yang mana memerintahkan penahanan kepada terdakwa di Lapas kelas II B Jailolo selama 30 hari terhitung sejak tanggal ditetapkan. Juga memerintahkan agar salinan putusan secepatnya diserahkan kepada terdakwa dan keluarganya.(ncs)

Komentar Anda

Berita Terkini