Direktur RPI Diduga Bohongi Pemkot Tidore

/ Selasa, 04 September 2018 / 19.44
Kepala Dinas Pengelolaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Tidore Kepulauan, Hamid Abdullah.
TIDORE- Direktur Rumah Pemberdayaan Indonesia (RPI), Muhammad Bayu, diduga melakukan penipuan terhadap pemerintah daerah (Pemkot) Tidore Kepulauan melalui program pengadaan mesin pembuatan kopra yang di peruntukan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMNDes) yang berada di Tidore.

Aksi dugaan penipuan yang dilakukan oleh Muhammad Bayu itu sempat meraut keuntungan senilai 1,3 milyar.
Hal ini disampaikan oleh kepala Dinas Pengelolaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Tidore Kepulauan
, Hamid Abdullah, menuturkan bahwa uang sebesar 1,3 Miliar itu diberikan kepada Ahmad Bayu untuk melakukan pembelian mesin terhadap 8 Desa yang memiliki BUMDes di antaranya, Desa Toseho, Desa Todapa, Desa Koli Bale, Desa Sigela Yef, Desa Tauno, Desa Mare Gam, dan Desa Aketobololo yang tertuang dalam kontrak kerja sama dengan beberapa desa.

Meskipun demikian, Muhammad Bayu hanya membeli 3 unit mesin untuk Desa Bale, Desa Sigela Yef dan Desa Mare Gam, sedangkan desa yang lain belum dibelikan.

“ Untuk memastikan agar dia tidak menipu kami, tetap berkomunikasi dengan yang bersangkutan tetapi karena nomor Handphone (HP) nya tidak aktif kami cuman bisa hubungi dengan istrinya (Muhammad Bayu red), dan saat ini ada tiga desa uang baru dikembalikan melalui rekening milik Desa oleh yang bersangkutan," tukas Hamid.


Tak hanyan itu, Hamid juga mengakui mesin yang diadakan Muhammad Bayu tidak bisa di operasikan, lantaran tidak teknisi yang menjalankan mesin tersebut. Padahal kerja sama antara Pemkot Tikep dan Muhammad Bayu, selain mengadakan mesin, yang bersangkutan juga wajib melakukan pembinaan terhadap masyarakat terkait dengan pengoperasian mesin tersebut, ujarnya.


Walikota Tidore, Ali Ibrahim, menambahkan jika masalah ini tidak ditanggapi oleh Muhammad Bayu atau tidak melakukan ganti rugi, maka Pemkot Tikep akan tempuh melalui jalur hukum. 


“ Kami hanya memberikan kesempatan yang kepada yang bersangkutan sampai akhir September,” Ali Ibrahim. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini