DPRD Menyarankan Pemkot Tidore Berhat-hati Dalam Membangun Kerjasama

/ Kamis, 06 September 2018 / 20.21
Mochtar Djumati (Wakil Ketua DPRD Kota Tikep)

TIDORE – Kasus dugaan penipuan Direktur Rumah Pemberdayaan Indonesia (RPI) Muhammad Bayu, terhadap sejumlah desa di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, tidak lepas dari sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Pasalnya, Rumah Pemberdayaan Indonesia mendapat kepercayaan kerja sama dengan Pemkot Tikep, untuk mengelola program pengadaan mesin produksi hasil pertanian  sebesar Rp. 1 Milyar lebih.

Alhasil, kerjasama RPI bersama Pemkot Tikep berakhir dengan aksi penipuan, karenanya mesin pertanian yang ditenderkan hingga saat ini belum dibagikan ke sejumlah desa penerima.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Tikep, Mochtar Djumati,  munculnya permasalah tersebut, Pemerintah Daerah lebih berhati-hati dalam membangun kerjasama, baik dengan investor maupun orang-orang yang mengatasnamakan kelompok pemberdayaan.

“ Saya hanya bisa menyarankan kalau dalam membangun kerjasama harus dipertimbangkan dengan matang terutama mengenai keabsahan orang-orang yang datang mengatasnamakan investor maupun dari lembaga pemberdayaan, hal ini harus dikaji terlebih dulu, sehingga tidak lagi terjadi penipuan sebagaimana yang dilakukan oleh Muhammad Bayu,” tukas Mochtar.

Adanya kasus ini, ujar Mochtar Djumati, dalam waktu dekat pihaknya akan mengunjungi sejumlah desa yang diduga telah ditipu oleh Muhammad Bayu, guna memastikan permasalahan tersebut. Mengingat, DPRD juga telah mendapat aduan atas masalah-masalah yang dihadapi Pemerintah Desa.

Selain persoalan pengadaan mesin yang tidak direalisasi, namun ada juga beberapa mesin pertanian yang ditenderkan tidak bisa difungsikan.

“Sehari dua, kita akan turun ke desa, bahkan kita juga akan mengundang tim pendamping desa untuk dilakukan pertemuan, dan membahas masalah tersebut,” terang Mochtar.

Adapun, jumlah desa di Kota Tidore Kepulauan, yang diduga tipu oleh Rumah Pemberdayaan Indonesia, yakni Desa Bale, Desa Aketobolo, Desa Tauno, Desa Maregam, Desa Sigela Yef, Desa Todapa dan Desa Toseho.

Bahkan, aksi dugaan penipuan itu sebelumnya mendapat tanggapan Pemkot Tikep melalui Walikota Tidore Ali Ibrahim bahwa akan mengadukan masalah ini ke ranah hukum, jika Direktur RPI Muhammad Bayu tidak mampu menyelesaikan kerjasama yang telah dibangun antara Pemkot Tikep bersama RPI.(dar)

Komentar Anda

Berita Terkini