DPT Kota Tikep Masih Berpotensi Berubah

/ Rabu, 26 September 2018 / 20.18
Komisioner KPU Kota Tikep, Abdullah Dahlan 
TIDORE - Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umun 2019 sudah dilakukan perbaikan dari DPT semula.  Meskipun demikian, pihak KPU Kota Tidore Kepulauan (Tikep) terus  melakukan verifikasi data pemilih untuk disempurnakan lagi. 

Komisioner KPU Kota Tikep, Abdullah Dahlan kepada wartawan media ini, Rabu (26/9/2018). Ia menjelaskan bahwa untuk perbaikan DPT Pemilu ini secara menyeluruh, maka pihaknya akan menyempurnakan lagi DPT itu dengan cara mengeluarkan pemilih dari DPT hasil perbaikan. Apabila masih ditemukan tidak memenuhi syarat seperti pemilih ganda, pemilih belum berusia 17 tahun saat hari pemungutan suara dan belum menikah, pemilih yang telah meninggal dan lain sebagainya.

"Kita juga memperbaiki elemen data apabila ditemukan pemilih yang elemen datanya keliru atau belum lengkap, serta memasukkan data pemilih baru apabila ditemukan pemilih bersangkutan belum terdaftar dalam DPT Hasil Perbaikan ini," ungkap Abdullah Dahlan.

Abdullah menuturkan, langkah lain yang dilakukan KPU Kota Tikep untuk menyempurnakan DPT hasil perbaikan ini adalah dengan membangun Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang berlangsung mulai Tanggal 1 - 28 Oktober 2018 mendatang.  Caranya, dengan membuka Posko Layanan Pemilih di setiap desa/kelurahan serta kecamatan di Kota Tikep.

"Selama kurang lebih satu bulan kita bikin posko pelayanan bertujuan agar warga sebagai pemilih dapat melapor bahwa mereka belum tercatat dalam DPT sementara mereka sudah punya KTP elektronik, atau melapor ada pemilih telah meninggal namun namanya masih ada dalam DPT, dan lainnya," ujarnya.

“ Rencananya Jumat (28/9) mendatang  KPU akan berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil terkait penyempurnaan DPT Hasil Perbaikan ini, termasuk berkoordinasi dengan kelompok masyarakat tertentu yang berpotensi kehilangan hak pilih, seperti pemilih di rumah tahan dan lain sebagainya,” tambahnya.

Secara umum DPT yang ditetapkan KPU Kota Tikep berjumlah 70.412, setelah  dikoreksi,  ditemukan data pemilih ganda dan tidak memenuhi syarat lainnya oleh Bawaslu RI dan Parpol. Sehingga dilakukan pencermatan bersama dan verifikasi di lapangan lalu ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) sebanyak 70.111.  

Sementara saat ini, KPU masih mengindahkan instruksi KPU RI untuk menyempurnakan lagi DPTHP-1 ini untuk memastikan data pemilih menjadi lebih akurat dan benar-benar valid. Sehingga tak menutup kemungkinan menurut Abdullah DPT Hasil Perbaikan sebanyak 70.111 itu masih berubah, katanya. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini