FPAG Malut Tolak Deklarasi #2019Ganti Presiden di Ternate

/ Senin, 10 September 2018 / 23.22
Aksi FPAG Malut 

TERNATE,NUSANTARATIMUR.COM – Pemuda Maluku Utara yang mengatasnamakan Front Pemuda Anti Gaduh (FPAG) Maluku Utara (Malut) menggelar aksi di depan Radio Republik Indonesia (RRI) Cabang Ternate. Pada senin (10/09/2018).

Aksi tersebut menolak rencana deklarasi #2019 Ganti Presiden yang diselenggaran pada tanggal 16 september 2018 di Kota Ternate. Menurut  Koordinator  Lapangan FPAG Malut, Samudin  dalam orasinya menyampaikan bahwa untuk menuju pada kursi kekuasaan Presiden dan Wakil Presiden setiap Partai Politik  harus mulai mengambil peran pada tahun 2018 dengan berbagai siasat dan strategi demi menarik simpati dan dukungan setiap warga negara yang sudah memiliki hak politik di 2019 nanti.

Akan tetapi, hajatan demokrasi Pilres yang dilaksanakan lima tahunan,  namun setiap calon presiden dan wakil presiden dalam bersosialisasi meraih simpati warga negara harus  melalui cara-cara yang memiliki legitimasi hukum yang legal, bukan dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republin Indonesia.

"Gerakan deklarasi #2019GantiPresiden dengan berjubah islam di berbagai daerah menuai penolakan dan dukungan dikalangan rakyat yang menyebabkan konflik sesama rakyat di daerah," tuturnya.

Lanjutnya,  sebagai daerah kepulauan  Maluku Utara memiliki sejarah kelam konflik horizontal pada tahun 1999-2000, karena persoalan SARA yang masih membekas di hati masyarakat Maluku Utara, sehingga kerukunan umat beragama harus dijaga dan dirawat tanpa ada gerakan-gerakan tagar untuk menjaga  ketersinggungan antar umat beragama dan keamanan bersama.

Samudin menegaskan, atas atas nama Front Pemuda Anti Gaduh menolak deklarasi Prabowo Presiden dan Jokowi 2 periode di Maluku Utara.

"Meminta Kapolda Malut dan Kapolres tidak mengeluarkan izin deklarasi #2019GantiPresiden di Kota Ternate. Apabila tidak diindahkan kami akan mobilisasi massa yang besar untuk menggelar aksi penghadangan di Bandara," tegasnya. (cul)
Komentar Anda

Berita Terkini