Gegara Menolak Menandatangani Ijazah, Eks Kepsek SMP Negeri 1 Tidore Dilaporkan Ke Polisi

/ Sabtu, 15 September 2018 / 21.51
Puluhan orang tua siswa mendatangi Mapolres Tidore Kepulauan

TIDORE  - Kesal dengan sikap eks Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan Pantja Hendarti Heni Sriwinarti yang tidak mau menandatangani Ijazah siswanya.  

Puluhan orang tua wali murid langsung melaporkan tindakan mantan kepala sekolah tersebut ke Mapolres Kota Tidore Kepulauan. Kedatangan orang tua wali murid ke Mapolres Tidore Kepulauan,  meminta pihak penegak hukum memanggil yang bersangkutan, menanyakan alasan kenapa menolak menandatangani ratusan ijazah siswa-siswa lulusan tahun 2018.  

"Ada apa sebenarnya sampai sudah 5 bulan ijazah anak-anak belum juga ditandatangani. Padahal ijazah itu sangat perlu mengingat nomor seri pada ijazah itu yang dibutuhkan," kesal ikbal salah satu orang tua wali murid saat ditemui  di Mapolres Tidore. Sabtu. (15/9/2018) pagi tadi.

Sebelum mendatangi Mapolres Tidore Kepulauan, para orang tua wali murid melakukan hearing  dengan pihak sekolah SMP Negeri 1 Kota Kepulauan  yang diterima  oleh Farida, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.

Menurut Ikbal, tujuan hearing itu,  guna mencari solusi atas masalah tersebut, dan  oleh para orang tua wali murid, Komite serta pihak sekolah menyepakati untuk melaporkan masalah itu ke pihak kepolisian Polres Tidore. 

"Kami melakukan pertemuan dengan guru dan juga Plt SMP Negeri 1 Tidore terkait dengan belum ditandatangani ijazah anak-anak yang sudah lulus. Juga di ceritakan kronologis kenapa sampai belum tanda tangan," tukasnya. 

Hasil hearing itulah, dibuanglah kepada orang tua murid, bagaimana jalan keluarnya. "Makanya beberapa dari perwakilan orang tua mengusulkan bahwa tidak ada jalan lain lagi selain kita laporkan ini ke polisi. Dengan harapan polisi bisa mediasi untuk Ibu mantan kepsek ini bisa tanda tangan. Jadi setelah itu, seusai rapat semua menuju ke Polres," terang Ikbal. 

Setelah dilaporkan agar dimediasi, mantan kepala sekolah SMP Negeri 1 Tidore Pantja Hendarti Heni Sriwinarti kemudian dipanggil ke Polres Tidore. 

Dalam pertemuan di Mapolres Tidore diruang Rupatama dan dihadiri sejumlah perwakilan orang tua wali murid, komite, dan dipandu langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tidore IPTU Dwi Gastimur Wanto serta didampingi Kasat Intel M. Husni Hasan.

Alhasil, pertemuan itu melahirkan kesepakatan  bahwa mantan kepala sekolah SMP Negeri 1 Tidore bersedia menandatangani ratusan ijazah para siswa tersebut.

"Mediasi antara kepala sekolah bersama orang tua sehingga dibuatkan aturan pernyataan. Dimana mantan kepala sekolah menyanggupi bahwa di hari Senin Tanggal 17 September 2018 bersedia  menandatanganinya. Nanti tanda tangan di Diknas dan disaksikan Kadis Pendidikan," kata Kasat. 

Apabila tanggal 17 September 2018 mendatang, jika yang bersangkutan tidak menandatangani, maka yang bersangkutan siap diproses secara hukum. 

"Kalau tidak ditandatangani, tadi surat pernyataannya siap diproses secara hukum," tukasnya.

Untuk diketahui, Pantja Hendarti Heni Sriwinarti yang merupakan mantan kepala sekolah SMP Negeri 1 Tidore itu diduga tidak mau melakukan tanda tangan sekitar 200 ijazah para siswa siswi yang lulus di tahun 2018 ini. 

Sebelumnya, kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo  telah memanggil yang bersangkutan terkait masalah tersebut.   

Menurut Ismail,  eks Kepsek  menolak tidak mau melakukan tandatangan terhadap ratusan ijazah dengan sembari alasan bahwa dirinya sudah dipindah tugaskan ke tempat lain. 

"Ijazah itu sampai sekarang belum ditandatangan oleh kepala sekolah. Alasannya bahwa sudah ganti oleh dirinya, " ujar Kadis. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini