HCW Malut Temukan Anggaran Fiktif Belanja Pakaian Batik Tradisional di Taliabu

/ Senin, 17 September 2018 / 21.31
Wakil Direktur LSM HCW Malut, Idrus Rajak

TERNATE -  Belanja Pakaian Batik Tradisional diduga fiktif. Pasalnya Pagu anggaran senilai Rp. 2,1  Miliar yang melekat di Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu belum diadakan.

Berdasarkan laporan LSM HCW Provinsi Maluku Utara (Malut) menyajikan bahwa pengadaan belanja pakaian batik tradisional dengan  kode lelang 578726 sesuai dengan berita Acara Hasil pelelangan Nomor : 19.PBLS/BHP/BLP-PT/2017, sebagaimana Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pelelangan (ULP) telah menetapkan hasil penetapan pemenang pengadaan belanja pakaian batik tradisional adalah CV. Adimas Putra Gemilang dengan nilai  kontrak Rp.2.107.160.000,00 yang bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.

Ironisnya,  dalam pengadaan pakaian batik tradisional itu, ada perilaku aneh. Di mana Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bersama PPK telah merampok, merampas dan mengurus, memaksa pihak Direktris CV. Adimas Putra Gemilang menandatangani kontrak BAP dan SPM untuk mencairkan anggaran 100 persen.

“ Praktek seperti ini melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa seakan-akan KPA dan PPK merangkap sebagai pihak ketiga atau kontraktor,” tegas Rajak Idrus kepada media ini. Minggu (16/9).

Bahkan, item pengadaan ini terindikasi dikerjakan oleh KPA dan PPK Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Pemkab Pulau Taliabu.

“ Barang berupa pakaian batik tradisional sampai saat ini belum diadakan sesuai laporan audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Maluku Utara,” tukasnya. (Red)
Komentar Anda

Berita Terkini