HCW Minta Polda Malut Lidik Anggaran Fiktif Pengadaan Bibit Sapi

/ Senin, 17 September 2018 / 21.27
Wakil Direktur LSM HCW Malut, Idrus Rajak

TERNATE -  Kasus korupsi di Provinsi Maluku Utara (Malut) sudah menggurita, banyak kasus yang diusut, namun tidak semua kasus diproses sampai ke meja hijau.

Berdasarkan hasil investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Halmahera Corruption Watch (HCW) Provinsi Maluku Utara (Malut) beberapa sejumlah kasus ditemukan kegiatan fiktif Pengadaan Bibit Sapi senilai Rp. 3 miliar yang dianggarkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan  Pemkab Pulau Taliabu Tahun Anggaran 2016.

“ Kasus ini kami berharap Polda Malut maupun Kejati Malut harus segera melakukan penyilidikan, karena anggarannya 100 %, tapi barangnya tidak ada,” ungkap Wakil Direktur LSM HCW Malut Idrus Rajak melalui siaran persnya. Minggu (16/9/2018).

Data yang disajikan LSM HCW Malut, menurut Rajak Idrus, pengadaan bibit sapi dengan nilai kontrak  sebesar Rp. 3.051.402.000,00- hingga saat ini belum diadakan oleh PT. Putra Karella Mare dengan jumlah volume 307 ekor.

Sementara spesifikasi pengadaan bibit sapi yang harus dipenuhi PT. Putra Karella Mare, Kata Rajak, yakni Dwiguna (sapi bali), warna bulu metah bata, sapi dalam keadaan sehat bebas dari penyakit hewan menular yang dinyatakan oleh dokter yang berwenang, bebas dari cacat fisik, bebas dari cacat reproduksi, dan tidak menunjukkan gejala kemanjiran, umur 1,5-2 tahun, ringgit badan 180 cm, panjang 115-120 cm, mempunyai surat ijin pembibitan dari karantina setempat serta surat ijin dari pengeluaran Ternak sapi ke lokasi asal ke lokasi tujuan atau alamat perusahaan jalan poros Sinjai (Bone-Mare).

“ Anggaran dicairkan 100 %, tapi kok belum diadakan bibit ternak sapi ke lokasi tersebut, maka dengan ini kami memohon penegak hukum menyelidiki kasus tersebut,” harapnya. (red)
Komentar Anda

Berita Terkini