Honorer K2 di Malut Minta Pemerintah Batalkan Penerimaan CPNS

/ Selasa, 25 September 2018 / 20.41
Aksi Honorer K2 unjuk rasa di Kantor Gubernur Malut
SOFIFI – Puluhan honorer yang tergabung dalam honorer kategori II (K2) menggelar aksi akbar di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara Sofifi. Selasa (25/9/2018) pagi tadi.

Aksi para honorer K2 menolak rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018.  Pasalnya, honorer K2 ini menilai tes CPNS yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia merupakan ancaman bagi mereka serta bertentangan dengan hak asasi manusia.

“Pemerintah masih ragu memutuskan status K2 untuk diangkat menjadi PNS, karena pada tanggal 15 September telah diputuskan melalui Kemenpan RB, namun dibatalkan sepihak oleh Pemerintah, Kata Jubair Pitaboga salah satu koordinator aksi dalam orasinya.

Para demonstran ini menilai, Pemerintah belum menyelesaikan revisi Undang-Undang ASN yang sudah menjadi Prolegnas. Olehnya itu, revisi UU ASN tersebut sangat penting sebagai payung hukum dalam menyelesaikan dan   menuntaskan pengangkatan honorer K2 menjadi PNS.

Tak hanya itu, Honorer K2 menilai Permen PAN-RB Nomor 37 Tahun 2018 sarat diskriminatif dan mencabut hak asasi honorer K2 di seluruh Indonesia lantaran tidak bisa diikutsertakan dalam tes CPNS tahun 2018 ini dengan berbagai alasan.

Aksi para honorer K2  akhirnya diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Malut, Muabdin Hi. Radjab. Di hadapan Sekda Provinsi Maluku Utara,  para honorer K2 ini menuntut agar Pemerintah membatalkan tes CPNS tahun 2018, dan secepatnya menyelesaikan revisi UU ASN dengan mengangkat K2 menjadi PNS.

Menurut Muabdin, pada prinsipnya  honorer K2 ini mendesak Gubernur Maluku Utara selaku perwakilan Pemerintah Pusat di daerah maupun DPRD Malut untuk melayangkan surat protes kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta agar membatalkan tes CPNS tahun ini.

 “Kami juga meminta Pemerintah Provinsi mengajukan dan mengusulkan tenaga K2 menjadi PNS untuk memenuhi kekurangan maupun kebutuhan formasi untuk penerimaan CPNS tahun 2018,” ujar Muabdin.

Usai berorasi di Kantor Gubernur Malut, massa honorer K2 langsung bergegas meninju  ke Kantor DPRD Malut yang terletak di bilangan jalan 40. Tapi sayangnya hingga bubar, para honorer K2 ini tak menjumpai satu pun anggota DPRD di gedung wakil rakyat. (bices)

Komentar Anda

Berita Terkini