Jelang PSU, Bawaslu Halbar Korscek Data Jaltim di Dukcapil

/ Selasa, 18 September 2018 / 19.04
Kantor Bawaslu Halbar

HALBAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melakukan Kordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Halbar terkait dengan data wajib pilih khususnya di enam Desa Kecamatan Jailolo Timur (Jaltim) versi Halbar dan Kecamatan Kao Teluk versi Halut yang ber Kartu Tanda Penduduk (KTP) Halbar. Pada Selasa (18/09/2018)

Hal tersebut dilakukan Bawaslu Halbar, guna menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemilihan Suara Ulang (PSU) di enam Desa tersebut.

Ketua Bawaslu Halbar, Alwi Ahmad mengatakan, langkah yang dilakukan ini untuk mempersiapkan dan menjadi data pembanding ketika Pihak Bawaslu Halbar terlibat dalam PSU nantinya.

" Karena pada Pemilihan kemarin enam Desa tidak masuk dalam wilayah kerja KPUD dan Bawaslu Halbar sehingga kita tidak memiliki data pemilih yang berada di enam Desa itu," kata Alwi dihadapan Kadukcapil Halbar Andi R Pilly saat berkoordinasi.

Menambahkan peryataan Ketua Bawaslu Halbar, Kordiv Pengawas dan Hubungan Antara Lembaga (PHL) Muhammadun H Adam menjelaskan untuk itu kami (Bawaslu -red) ingin berkoordinasi terkait jumlah pemilih wajib pilih di enam Desa yang akan diselengarakan PSU.

" Jadi hari ini kami hanya sebatas koordinasi dan akan menyurat secara resmi untuk permintaan data," ucap Muhammadun.

Sementara itu Kadukcapil Halbar, Andi R Pilly mengakui untuk saat ini kami belum bisa memberikan karena operator masih mengikuti pelatihan aplikasi baru.

" Tapi, data base sementara untuk enam Desa sebanyak 5.400 jiwa dan wajib ber KTP sebanyak 3.800 jiwa dan itu sudah melakukan perekam," jelasnya.

Dia juga menjelaskan, dari data wajib KTP itu data terakhir yang terangkum, dan apa ada yang melakukan perekam lagi atau tidak itu kami belum mengetahui, karena masih dilakukan pendataan," terang Andi. (ncs)
Komentar Anda

Berita Terkini