Kapolres Ternate Isi Materi Dipertemuan Dharmayukti KARTINI se-Malut

/ Selasa, 04 September 2018 / 19.26
Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda (Tengah) dan Ibu-Ibu Dharmayukti Karini se-Provinsi Maluku Utara. Selasa (4/9).
TERNATE - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolres) Ternate AKBP Azhari Juanda, berikan materi peranan wanita dalam meningkatkan ketaatan hukum kepada Ibu-Ibu Dharmayukti Karini se-Provinsi Maluku Utara di Ternate.

Berdasarkan amatan media ini, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Ternate yang selenggarakan di Lantai II, Ruang sidang PN Ternate, Selasa (4/9/2018) pagi tadi.


Pertemuan Dharmayukti KARINI Se-Provinsi Maluku Utara dalam rangka Peran Wanita Dalam Meningkatkan Ketaatan Hukum.


Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Ketua PN Ternate, Moehammad Pandji Santoso, Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda, Ketua Daerah Dharmayukti Karini Provinsi Malut Tiurma Sianturi, Kadis Dukcapil Kota Ternate, Rukmini A Rahman, Para Ilmuwan Pengurus Dharmayukti KARINI Se-Kab/Kota Provinsi Malut yang berjumlahh kurang lebih 50 orang.


Pada kesempatan tersebut penyampaian materi oleh Kapolres Ternate tentang Peran Wanita dalam Meningkatkan Ketaatan Hukum, situasi Kamtibmas yang kondusif untuk pencegahan penggunaan Miras, kenakalan remaja, pengeroyokan/perkelahian, KDRT, pencabulan dan Tarkam karena ini masih adanya oknum masyarakat.


Dampak sebuah permasalahan yang saat terus terjadi adalah adanya oknum yang hendak mengedepankan pola kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan, sehingga mudah terprovokasi, tingkat pengangguran yang relatif tinggi, pengetahuan dan ketaatan terhadap norma/hukum masih rendah serta mudahnya menerima / meniru pengaruh negatif dari luar yang sering terjadi, mulai dari tingkat anak dan remaja hingga dewasa di sebabkan pengaruh dari luar butuh peran orang tua.


“ Tujuannya perlu adanya perubahan sikap perilaku sehingga terbangun karakter positif para generasi muda yang diharapkan menjadi orang sukses di masa depan diantaranya junjung tinggi nilai agama dan adat, sebab nilai asli budaya mulaiterdukasi pengaruh luar, miras, KDRT dan Narkoba, untuk itu yang terpenting adalah peran keluarga terutama ibu. Karena baik buruknya masa depan kita dan bangsa sangat bergantung dengan apa yang kita lakukan dan itu kewajiban kita selaku keluarga dan orang tua,” paparnya.


Lanjut Azhari, wanita dalam konteks hukum adalah sebagai subjek (pelaku pelanggaran hukum dan agen ketaatan hukum) serta wanita juga jadi objek hukum, yang mana wanita dapat menjadi korban pelanggaran hukum.


Karenanya, faktor pembentuk perilaku itu ada di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah serta lingkungan sosial / pergaulan, anak itu tanggung jwb lingkungan, sekolah dan rumah yakni peran keluarga yg paling inti dan paling besar, terang Azhari.


Pada kesempatan itu Ketua PN Ternate, Moehammad Pandji Santoso menyampaikan dalam sambutanya, sangat berterima kasih atas kehadiran Kapolres Ternate serta memberikan materi dalam kegiatan ini. 


“ Semoga diskusi hari ini dapat bermanfaat bagi Ibu-ibu atau istri pegawai Pengadilan se-propinsi Malut dalam rangka mendidik akhlak dan karakter anak untuk menjadi generasi hebat di masa depan,” tutupnya.(cul)
Komentar Anda

Berita Terkini