Ketua DPD PDI-Perjuangan Malut Yakin PHP Malut Berpotensi Diskualifikasi

/ Kamis, 13 September 2018 / 21.44
Muhammad Sinen Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Utara

TIDORE
– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Maluku Utara (Malut) berkeyakinan  bahwa putusan perselisihan hasil Pemilihan (PHP) perkara Nomor 36/GUB-XVI /2018 yang dijadwalkan tanggal 17 September 2018 mendatang berpotensi diskualifikasi. 

Hal ini disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku Utara Muhammad Sinen,  dalam proses sidang yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), jika dilihat dari semua pembuktian pemohon sudah jelas terbukti adanya pelanggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, dalam persidangan yang digelar tanggal 5 September 2018 dengan agenda sidang pembuktian lanjutkan telah ditemukan  ada Form C-7 KWK  yang tidak terisi beserta permasalahan di dua kecamatan yang berada di pulau Taliabu mengenai pemilih ganda. Bahkan masalah yang paling krusial adalah soal pencalonan kandidat atas nama Ahmad Hidayat Mus menggunakan dua KTP.

“Kalau kami melakukan analisa secara internal MK bisa saja memutuskan diskualifikasi, tidak perlu adanya PSU, karena ini adalah perintah undang-undang pemilu jika terbukti adanya kecurangan,” ungkap Muhammad Sinen kepada awak media di Tidore. Kamis (13/9/2018).

Meski begitu orang nomor dua di Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan itu, tetap berkeyakinan bahwa apa pun keputusan MK nanti, pasangan AGK YA akan tetap menang dalam pertarungan pilgub kali ini, mengingat data dan bukti yang dimiliki pemohon dalam persidangan itu hanya dua kemungkinan yakni Diskualifikasi atau PSU.

“Kalaupun PSU juga kami yakin akan menang, jadi keputusan akhirnya nanti akan dilanjutkan pada tanggal 17 September 2018 mendatang,” tambahnya.

Untuk itu, dia berharap apa pun keputusan yang nantinya diambil oleh MK maka semua pihak harus bisa menerima itu dengan lapang dada beserta mengikuti prosedur yang berlaku, terutama bagi masyarakat maluku utara agar tidak terpancing dengan isu-isu yang sengaja memecah belah persatuan dan kesatuan di Maluku Utara. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini