Limbah PT. Global Cocoonut Resahkan Warga

/ Rabu, 19 September 2018 / 23.53
Warga Desa Molinow saat menunjukkan sungai tercemar (Dok: Marlen)
MINSEL - Warga masyarakat Desa Molinow, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulsel), mengeluhkan  pembuangan limbah  perusahaan tepung tapioka yang beroperasi di kawasan tersebut. Pasalnya limbah yang dibuang itu diduga mencemari sungai tempat dimana warga memenuhi kebutuhan mereka akan air.

“ Dulunya sungai ini kami jadikan tempat untuk mandi, tapi sejak limbah di buang di sungai, jangankan mandi, ternak kami tidak bisa mengkonsumsi airnya,” beber Yusuf Warga Desa Molinow kepada media ini. Rabu (19/9/2018).

Sambung Yusuf, pihaknya minta Pemerintah setempat serius menanggapi masalah ini.  “  kasihan kami, bahkan air di sumur juga sudah terkontaminasi dengan limbah, buktinya air buat keperluan sehari-sehari dulunya bening, namun sekarang sudah kekuningan. Ya kami berharap Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Selatan proaktif awasi IPAL perusahaan yang sementara beroperasi,” tukas Yusuf.

Ia berpendapat, Mestinya Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Minsel harus rutin mengawasi pembuangan limbah, karena dampak ancamannya adalah kerusakan lingkungan yang berpotensi seperti dugaan pencemaran dari PT Global Coconut.

”DLH jangan menunggu keluhan masyarakat, tetapi harus aktif mengawasi IPAL setiap perusahaan yang beroperasi. Ini untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan yang disebabkan dari limbah perusahaan tersebut,” tuturnya.

Yusuf menyarankan, Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Minsel juga harus tegas, jika ditemukan ada dugaan pencemaran lingkungan. Apalagi, jika limbah perusahaan sengaja di buang di aliran sungai atau kali yang biasa difungsikan warga untuk mandi atau tempat minum hewan ternak.

“ Itu tentu berbahaya. Kami meminta DLH untuk merespon dengan rutin melakukan pengawasan terhadap perusahaan,” tandasnya.

Sebagai daerah penghasil komoditi, berdiri beberapa perusahaan  di Minahasa Selatan. Sayangnya, pembuangan limbah pabrik itu melewati aliran sungai yang sehari-harinya digunakan warga. Meski sudah dikeluhkan berulang kali, namun tindakan tegas dari pemerintah setempat belum juga dilakukan. (Marlen)
Komentar Anda

Berita Terkini