PDIP Malut Optimis PSU Tiga Kecamatan AGK-YA Menang

/ Kamis, 20 September 2018 / 00.27
Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Maluku Utara Muhammad Sinen

TIDORE - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Provinsi Maluku Utara mengaku sudah siap “bertempur” alias mengahadapi proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa wilayah yang ada di Provinsi Maluku Utara. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Maluku Utara Muhammad Sinen saat dikonfirmasi melalui via Heandphone (HP) pada Selasa 18/9/2018.

Dirinya menegaskan, bahwa dalam PSU nanti, wajib hukumnya bagi kader PDI-Perjuangan Malut untuk memenangkan pasangan Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali (AGK- YA) yang diusung oleh PDI-Perjuangan itu sendiri.

“Saya instruksikan kepada seluruh kader partai untuk siap bekerja keras memenangkan AGK-YA di tiga tempat yakni di Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula dan Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Talibau beserta di Enam Desa (Bobaneigo, Pasir Putih, Tetewang, Gamsugi, Dum-dum dan Akelamo Kao)” tegasnya.

Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa dengan sebutan Erik itu menjelaskan bahwa selain kader partai ditugaskan untuk memenangkan pertarungan tersebut, diharapkan juga bisa mengawal dengan baik proses PSU yang akan dilangsungkan.

“jelang PSU semua kader PDI-Perjuangan akan diterjunkan ke lapangan guna mengawal proses PSU yang akan berlangsung dalam waktu dekat,” Ungkapnya

Menurutnya, Selaku Ketua DP, dirinya sanggat optimis jika pada saat PSU nanti kemenang akan tetap berpihak pada pasangan AGK- YA, sebab yang benar itu tetap benar dan salah tetap salah.

Disisi lain, lelaki yang juga dijuluki sebagai Petarung Dari Utara itu turut memberi Apresiasi terhadap penegak hukum dalam hal ini Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah mengabulkan gugatan Pasangan AGK-YA tentang sejumlah pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan oleh Pasangan Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-Rivai) yang merupakan Pemenang Pemilu pada Pigub Malut berdasarkan pleno KPU Provinsi Maluku Utara sebelumnya.

“Semoga dengan keputusan MK Ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara di Maluku Utara, karena di Maluku Utara itu setiap momentum pilkada kecurangan-kecurangan selalu terjadi berulang-ulangan dan tidak ada perubahan sama sekali, tentu ini sangat memalukan. Jadi semoga keputusan ini dapat menyadarkan penyelenggara sehingga cara berpikir mereka bisa berubah menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Orang nomor dua di Pemerintah Daerah Kota Tidore itu juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Utara agar tidak terpengaruh dengan isu-isu liar yang sengaja memecah belah persatuan dan kesatuan di Maluku Utara, melainkan harus bisa berlapang dada untuk menerima keputusan yang telah dikeluarkan oleh MK.

“Ini bukan soal suka atau tidak suka melainkan lebih kepada penegakaan keadilan atas nama kebenaran,” imbuhnya.(Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini