Pembuktian, Hakim MK Temukan NIK 'Bodong' Ikut Mencoblos

/ Rabu, 05 September 2018 / 20.59

Sidang Pembuktian Lanjutan : Pembukaan Kotak Suara di Kecamatan Sanana dan Taliabu Barat

JAKARTA -   Sidang pembuktian lanjutan dalam perkara nomor 36/GUB.XVI/2018, untuk pembukaan kotak suara di Kecamatan Taliabu dan Kecamatan Sanana, ditemukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) “bodong” alias tidak terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) ikut menyalurkan hak suaranya pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara 2018.

Pasalnya, sejumlah pelanggaran yang di dalilkan pemohon pasangan calon KH. Abdul Ghani Kasuba dan Ir. Al Yasin Ali (AGK-YA) nomor urut 3.  Hal itu terungkap pada sidang pembuktian lanjutan, setelah Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan pembukaan kotak suara  di dalam persidangan  yang di gelar, Rabu (5/9) pukul 11.00 WIB.

Adapun pemilih ' Siluman' yang tidak terdaftar, tetapi ikut mencoblos, setelah dilakukan pemeriksaan Atb oleh hakim Mahkamah Konstitusi, yakni  Nanda Ulfia dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 82050044911011001 tidak bisa ditemukan, setelah dikroscek hakim MK melalui Portal Data Kependudukan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Selain Nanda Ulfa, hakim juga menemukan pemilih bernama Ahiruddin dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)  8205841408011001 tidak ditemukan setelah di cek hakim MK.

 Nanti kita cek semua. Ini di kasus Taliabu memang kita temukan anak-anak di bawah umur, ya? Ini NIK juga tidak terdaftar, Kok bisa,” ujar Arief Hidayat. (red)


Komentar Anda

Berita Terkini