Pemkot Tidore Gelar FGD Menuju Kota Baru Sofifi

/ Selasa, 04 September 2018 / 19.37
Pembahasan Focus Group Discussion (FGD) tentang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kota Baru Sofifi. Selasa (4/9).
TIDORE- Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Tidore Kepulauan, bersama Tim Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kota Baru Sofifi, yang dilaksanakan di ruang rapat Walikota Tidore, Selasa (4/9/2018).

Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi Walikota Tikep, Capt. Ali Ibrahim, yang dihadiri oleh Perwakilan Bappenas dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Tikep beserta Pimpinan SKPD terkait.


Walikota Tidore Kepulauan
, Ali Ibrahim, menyampaikan bahwa Pemerintah daerah mendukung sepenuhnya atas rencana persiapan pengembangan infrastruktur Kota Baru Sofifi sebagai wilayah terpilih untuk dijadikan Kota Baru oleh Pemerintah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional) tahun 2015-2019.

”Semoga FGD ini antara tim, dan SKPD bisa saling memberikan masukan sehingga bisa membawa kebaikan, manfaat dan kemajuan untuk Kota Tidore Kepulauan kedepannya”, kata Ali.

Sementara itu Kasie Analis Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman, Astriana Harjanti dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan FGD Kota Baru ini sudah dilakukan dari Tahun 2016, mulai dari kota Pontianak, Tanjung Selor dan pada Tahun 2018 ada 4 lokasi yaitu padang, Maja, Banjar baru dan Sofifi.


”Ada beberapa hal melalui FGD kali ini untuk bisa disepakati antara lain tema dan konsep pengembangan Kota Baru Sofifi dari segi kawasan permukimannya berdasarkan pengembangan dan masukan yang fokus pada permukiman di dalam kota baru yang kami harapkan juga bisa terbit SK kawasan kota baru sehingga menjadi dasar untuk membantu dan mengatur kawasan kota baru tersebut”, kata Astriana


Selain itu juga ada kesepakatan beberapa kawasan permukiman prioritas beserta usulan jenis infrastruktur yang akan tindaklanjuti untuk persiapan kegiatan fisik secepatnya.


“ Kami meminta masukan tidak hanya dari Kementerian, Lembaga terkait, tetapi juga dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, Akademisi bagaimana kita bersama-sama mengembangkan Kota Baru Sofifi menjadi tempat Kota Baru yang menjadi sumber daerah pengembangan baru dengan permukiman yang layak huni, berkelanjutan dan aman,” tutupnya.(dar)
Komentar Anda

Berita Terkini