Polda Malut Gelar Latihan Pra Operasi Mantap Brata Kieraha Tahun 2018/2019

/ Senin, 17 September 2018 / 20.06
Kabid Humas Polda Malut, Hendri Badar dan Kaur Penum AKP, Hefrizon. Senin (17/9)

TERNATE- Menjelang pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) Tahun 2019, Kepolisian Daerah Maluku Utara menggelar press release Latihan pra operasi mantap brata kieraha tahun 2018/2019. Bertempat di kantor Bid Humas Polda Maluku Utara. senin (17/9/2018)

Kegiatan tersebut bertemakan “Dengan pelatihan pra operasi mantap brata 2018, Polri siap mengamankan penyelengaraan pemilihan umum tahun 2019”.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar menyampaikan, Latihan pra operasi mantap brata kieraha tahun 2018/2019 akan dilaksanakan selama dua hari, mulai dari hari ini tanggal 17 sampai 18 september 2018 besok.

“Di mana tadi telah di buka secara langsun oleh wakapolda Malut, Kombes Pol. Lukas Arry Dwiko Utomo dan di hadiri seluruh personil yang terlibat dalam operasi mantap brata sebanyak 308 personil yang terdiri dari 203 personil polda Malut dan 105 personil Polres Ternate,” Ungkapnya

Lanjutnya, ke 308 personil nantinya akan mendapatkan arahan baik secara taktik maupun teknis untuk mengamankan pemilihan umum di tahun 2019 mendatang. Selain itu akan dilaksanakan pelatihan simulasi pada besok (18/9) di lapangan perikanan bastiong.
“jadi hari ini para peserta akan menerima materi dan besoknya akan di implementasikan melalui pelatihan simulasi,” Jelas Kabid Humas

Menurut Kabid Humas, tujuan pelatihan ini agar peserta mampu memahami peraturan perudang-undangan yang terkait penyelengaraan pemilu 2019, peserta mampu memahami terhadap kerawanan dan ancaman/gangguan Kamtibmas dalam penyelengaraan pemilu 2019, peserta memiliki pola pikir dan pola tindak yang sama dalam mengantisipasi ancaman dan gangguan saat melaksanakan operasi mantap Brata, meningkatkan fungsi teknis dan taktis sesuai dengan tugas, meningkatkan fungsi operasional antara satuan kerja maupun dengan unsur instansi terkait dan yang terakhir meningkatkan kemampuan peserta dalam pengunaan sarpras pendukung dan sekaligus untuk mengevaluasi sarpras yang akan digunakan dalam penyelengaraan pengamanan pemilihan umum Tahun 2019. Tutupnya (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini