Selektif Memilih Calon Legislatif

/ Selasa, 25 September 2018 / 12.15
Alghazaly Said
(pegiat di garasi genta) 

Sejak KPU menetapkan dan mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT)  calon anggota legislatif periode 2019-2024 pada 21 September 2018 dan dimulainya kampanye damai pileg dan pilpres pada 23 September kemarin maka saat itu pula perhelatan demokrasi lima tahunan di Indonesia ini secara resmi dimulai. 

Meski baru beberapa hari tahapan kampanye dimulai, namun Di Maluku Utara, aroma persaingan antar partai politik maupun para calegnya mulai kian terasa. Berbagai cara dan startegi disiapkan untuk diluncurkan. Dari pembentukan tim sukses hingga jualan program di  media cetak maupun media sosial menjadi jurus jitu pengenalan diri baik bagi caleg incumbent maupun caleg pendatang baru.  Harapannya agar gagasan dan ide-ide konstruktif dan tag line yang menjadi"jualan partai dan caleg" laku dimasyarakat atau dipengguna media sosial. 

Memang begitulah Pemilu adanya,  sebagai  media demokrasi dimana setiap warga negara, apapun profesi dan kemampuannya, memiliki peluang serta hak yang sama untuk memilih dan dipilih menjadi wakil rakyat. Menjadi pengemban amanat rakyat adalah cita-cita luhur para pegiat politik dinegara ini.  

Namun persoalan yang mengemuka  bagi kita para pemilih adalah sudahkah kita mengenali, mempelajari atau mengetahui latar belakang/ track record calon legislatif yang akan kita pilih nanti? 

Pertanyaan ini penting untuk didiskusikan, sebab setiap pilihan kita tentunya akan menentukan nasib bangsa dan daerah kita 5 tahun yang akan datang. Karenanya, mari persiapkan diri kita agar dapat menyalurkan hak konstitusional dengan tepat dan benar. 

Kita memang masih punya waktu kurang lebih 6 bulan untuk bisa memilah dan memilih siapa saja calon legislatif yang kita anggap layak dan tepat untuk kita pilih. Memang tidak mudah, akan tetapi menjadi sebuah keharusan agar kelak tidak menimbulkan penyesalan dikemudian hari. Selektifitas memilih calon legislatif tidak lain bertujuan agar  kita tidak salah dalam menentukan calon wakil rakyat itu. Karena ditangan merekalah nasib bangsa dan daerah ini akan dipertaruhkan.  Oleh karena itu kita semua pasti bersepakat bahwa para calon wakil rakyat yang akan dipilih itu adalah benar individu-individu yang diharapkan mampu menjadi "Penyambung Lidah Rakyat"  bukan sebagai "Penikmat Keringat Rakyat".

Lalu seperti apa dan bagaimanakah caleg yang kita anggap repsentatif dan tepat untuk dipilih itu? 

Berikut ini beberapa penjelasan soal kriteria caleg yang menurut saya tepat untuk dapat dipilih pada pileg 2019 nanti.  

Untuk memilih caleg yang berkualitas, paling tidak ada beberapa kriteria penilaian, yaitu memiliki integritas intelektual, integritas sosial dan integritas moral.

Yang Pertama soal Integritas Intelektual

Integritas intelektual adalah seorang caleg harus memiliki kompetensi keilmuan dan wawasan. Kemampuan ini tidak hanya dibuktikan dengan selembar ijazah atau gelar yang berderet panjang di depan atau di belakang namanya.

Karena banyak di negeri ini yang bergelar dan berijazah namun kualitas berfikirnya dipertanyakan. Pendidikan tinggi memang membantu memiliki kematangan integritas intelektual. Indikatornya adalah kemampuannya dalam menulis konsep, berbicara dan mendengarkan.

Kualitas intelektual caleg bisa dilihat ketika dia berpidato/kampanye. Apakah bahasanya baik dan berbobot, bisa menulis gagasan serta mau mendengarkan keluhan warga dan mencari jalan keluar. 

Kebiasaan itu kelak akan menjadi wilayah kerja anggota Dewan. Sebab tugas dan wewenang legislatif adalah membuat peraturan atau legislasi, pengawasan kontrol dan menyusun anggaran budgeting. Bagaimana mungkin dia bisa bekerja sesuai tugasnya jika anggota Dewan tersebut tidak memiliki kemampuan menulis, tidak memiliki kemampuan menyampaikan gagasan dan memperjuangkan aspirasi rakyat di gedung parlemen.

Sebab integritas intelektual legislatif berdampak pada output kebijakan pemerintah. Seperti kebijakan dan produk hukum yang tidak pro rakyat, banyak masalah publik yang terabaikan, anggaran yang tidak memihak kesejahteraan masyarakat. Padahal disisi lain, pihak eksekutif sudah terdidik dan terlatih dalam membuat kebijakan publik. Sementara anggota Dewan setiap periode pasti ada wajah baru yang manggung, dengan kemampuan yang beragam.

Yang kedua Integritas Sosial

Kriteria kedua adalah seorang caleg harus memiliki integritas sosial. Integritas ini untuk mengukur tingkat kepedulian caleg terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kepedulian ini tidak bersifat instan, ketika ada kepentingan politik menjelang pemilu.

Tetapi bisa dilihat kiprahnya di masyarakat, apakah sebelum dan sesudah menjadi caleg ada konsistensi perilaku kepedulian terhadap problem masyarakat.

Hal serupa bagi anggota Dewan yang manggung, apakah sebelum dan selama menjadi anggota Dewan tetap merakyat, memperjuangkan kepentingan umum atau tidak. Jika tidak, kesimpulannya dia bukan pejuang sejati tetapi seorang oportunis. Dengan kata lain, kita hanya sia-sia jika harus memilih kembali anggota Dewan atau caleg seperti itu.

Yang ketiga Integritas Moral

Aspek lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah seorang caleg wajib memiliki intergritas moral. Persoalan moral erat kaitannya dengan pengamalan agama seseorang.

Seperti halnya kriteria Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa harusnya variable yang terukur, bukan sekadar bukti fisik Kartu Tanda Penduduk bahwa dia warga negara yang beragama.

Moral bisa dilihat pengamalan agamanya dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, masyarakat dan lingkungan kerjanya selama ini. Moral dalam kejujuran, keberanian membela yang benar, mengajak dan mengajarkan kebenaran, menegur dan mencegah kejahatan. Dengan sikap ini kita yakin seorang caleg akan konsisten memperjuangkan kebenaran demi kesejahteraan masyarakat. (sumber: "kompasiana. Com")

Dari ketiga kriteria yang disebutkan diatas paling tidak, bisa menjadi salah satu rujukan atau penilaian agar pada tanggal 17 April 2019 nanti,  kita semua rakyat Indonesia terutama di Maluku Utara bisa memanfaatkan pilihan politik dengan sebaik-baiknya yaitu memilih caleg yang betul-betul memiliki kapabilitas dan integritas yang tidak diragukan kualitasnya demi kemajuan dan kemaslahatan bangsa dan daerah ini. 

Semoga tulisan ini dapat membantu para pembaca sekalian agar memiliki referensi dalam menentukan pilihan politiknya. Jangan sampai kita salah memilih.!!!


Salam Demokrasi. 



   
Komentar Anda

Berita Terkini