Sidang Pembuktian : Hakim MK Temukan Anak di Bawah Umur Coblos AHM-Rivai

/ Rabu, 05 September 2018 / 21.31

Pembuktian Lanjutan : Hakim MK Saldi Isra saat memeriksa dookumen C7 KWK dan ATb

JAKARTA -  Modus Manipulasi kecurangan data penggunaan hak pilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara 2018 di dua Kabupaten yakni Sula dan Taliabu sengaja dihalalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. 

Terbukti dalam sidang pembuktian lanjutan Persilihan Hasil Pemilih (PHP) di Mahkamah Kontitusi (MK), Rabu (05/09/2018),  ditemukan anak dibawah umur ikut mencoblos untuk memenangkan pasangan Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-Rivai). Rupanya praktek kucurangan yang melibatkan anak di bawah umur ikut mencoblos terbongkar, saat pembukaan kotak suara dua kecamatan yakni Kecamatan Sanana, di hadapan 9 majelis hakim MK serta disaksikan ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin, Ketua KPU Talibu, serta kuasa hukum paslon Abdul Ghani Kasuba-Ali Yasin Ali (AGK-YA) maupun pasangan Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI).  

Anak dibawah Umur masih 16 tahun yang ikut mencoblos di TPS  1 Dewa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, diketahui bernama Salju Umagab, lahir 5 Juli 2001 dan Ridwan 1 Juli 2001.  “ Lahir tanggal 5, bulan 7, 2001. Artinya, dia akan berusia 17 tahun pada tanggal 5, bulan 7, tahun 2018.  Sedangkan pemilu dilaksanakan pada 27 Juni, berarti kurang 1 bulan,” kata  Hakim anggota MK, Saldi Isra.

Pembuktian itu, meyakinkan Salju Umagab yang masih dibawah umur karena terekam  dalam e-KTP status ternyata  belum menikah. “Apa dia sudah menikah, enggak?,” tanya Saldi. 

Majelis Hakim bahkan melakukan pengecekan Nomor Induk Penduduk (NIK) e-KTP milik Salju Umagab, untuk memastikan umur dan ditemukan Salju masih dibawah umur.

“Kalau begitu kita cek NIK-nya, ya. Bisa dicek enggak NIK-nya? Coba sebentar kita cek. Di tempat kita bisa dicek, ya? NIKnya 8205040507015516,” ujarnya.(red)

Komentar Anda

Berita Terkini