Pemilik Mobil Ancam Polisikan Tim AGK-YA

/ Kamis, 27 September 2018 / 00.04
Mobil Yang mengalami Lakalantas  Saat Kampanye Akbar AGK-YA di Halut.
TOBELO -   Tim  AGK-YA Kabupaten Halmahera Utara hingga detik ini belum menyelesaikan hutang sewa  mobil yang di gunakan untuk memfasilitasi massa pada kampanye Akbar beberapa waktu lalu.  

Kenapa tidak, pasalnya mobil Terios Warna Hitam dengan Nomor Polisi DG 1050 T yang mengalami Lakalantas saat digunakan Tim Pemenangan Paslon  Nomor Urut 3 AGK-YA pada kampanye akbar mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan, kendaraan pribadi milik Wardi Sugianto tak kunjung diselesaikan oleh Tim AGK-YA sesuai dengan kesepakatan sebelumnya antara pemilik mobil dan Tim AGK-YA. 

Wardi Sugianto  kepada sejumlah awak media di Tobelo, mengaku pihaknya merasa sangat di rugikan oleh tim pemenangan AGK-YA. Karenanya, pasca kecelakaan yang menimpa mobilnya, Tim AGK-YA saling lempar tanggung jawab untuk penyelesaian admistrasi dan perbaikan mobil tersebut. 

"Mobil saya yaitu Terios dengan nomor Polisi DG.1050.T di sewa oleh Tim Pemenang AGK-YA yang juga mantan Kepala Desa Togoli bernama Suyanto alias Ato untuk digunakan kegiatan kampanye pada tanggal 7 Juni 2018, lalu. Tetapi ketika tim AGK-YA melakukan perjalanan menuju ke desa pasir putih kecamatan Kao Teluk, mengalami Lakalantas, dan itu sudah di bicarakan akan ada ganti rugi, tetapi saya selalu di janjikan mengenai ganti rugi yang di maksudkan,” kesal Wardi.

Wardi sendiri pernah mendatangi kediaman gubernur untuk menagih ganti rugi. Alhasil,   diri dipimpong  oleh tim pemenangan AGK-YA di Ternate dan Tobelo.

“ Saya ketemu kepada ketua tim di Ternate berinisial UJ namun tidak di gubris dan melempar hal ini ke tim pemenangan AGK-YA Halut yang di ketahui DR. Harianto Tantri alias DR. Chun selaku penanggungjawab mobilisasi massa kampanye, ketika saya sampai di Halut, DR. Chun juga tidak  merespon baik untuk menyelesaikan persoalan ini. Tentu saya sebagai pihak yang di rugikan, akan menempuh jalur hukum untuk memproses Tim pemenangan AGK-YA atau AGK sekaligus karena telah melakukan dugaan penipuan,” tegasnya.

Sementara itu, DR. Chun ketika di konfirmasi wartawan media ini enggan membalas via SMS maupun via Whatsapp dan telepon pun tidak diangkat hingga berita ini di tayang. (Zha)
Komentar Anda

Berita Terkini