Umar Ismail Resmi Serahkan SK Pensiun ke KPU Kota Tidore

/ Senin, 10 September 2018 / 20.12
Penyerahan SK Pensiun, Umar Ismail (kameja biru) Kepada KPU Kota Tidore yang di Terima Ketua Pokja Pencalonan Anggota DPRD Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, KPU Kota Tidore Kepulauan, Jainul Yusup (kameja abu-abu). Senin (10/9)

TIDORE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tidore Kepulauan melalui Ketua Pokja Pencalonan Anggota DPRD Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, KPU Kota Tidore Kepulauan Jainul Yusup menerima secara resmi Surat Keputusan tentang Pensiun salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) atas nama Umar Ismail Calon Anggota DPRD Dapil III yang meliputi Kecamatan Tidore Selatan dan Tidore Utara yang sebelumnya dinyatakan terancam gugur jika tidak memasukan dokumen tersebut.

Penyerahan dokumen itu di serahkan langsung oleh Umar Ismail kepada Jainul Yusup yang berlangsung di Kantor KPU Tidore Senin, (10/9/2018)

“Dengan adanya dokumen ini, maka berkas  milik pak Umar Ismail Caleg Nomor urut 1 dari PAN sudah bisa dinyatakan lengkap, dan telah memenuhi syarat. Sementara sisanya yang berjumlah 5 orang itu, kita akan tetap menunggu hingga 19 September 2018, kalau mereka tidak memasukan dokumen mengenai SK Pemberhentian atau pensiun maka mereka langsung digugurkan,” tegas Jainul Yusup kepada sejumlah wartawan, usai melakukan serah terima dokumen milik Umar Ismail.

Sementara menurut Umar Ismail politisi Partai Amanat Nasional (PAN), kepada sejumlah Wartawan Senin. (10/9/2018) mengatakan bahwa dirinya sudah sangat siap untuk menuju pemilihan legislatif di 2019 mendatang. Alasan dirinya ikut bertarung sebagai Caleg DPRD Kota Tidore itu dikarenakan hasratnya yang ingin membenahi Kota Tidore dari semua aspek, terutama di bidang perhubungan.

Menurut Umar, Kota Tidore memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan melalui sektor perhubungan seperti pengembangan pelabuhan dan lain sebagainya. Untuk itu membutuhkan kebijakan dan keberanian dari Anggota DPRD untuk mendorong persoalan tersebut sehingga dapat dibijaki oleh Pemerintah Daerah Kota Tidore.

“Yang pasti saya kembali untuk mengabdi, dan tujuan saya hanya ingin memajukan Kota Tidore kepulauan lebih baik lagi dari saat ini, baik itu soal kesejahteraan masyarakat, kinerja pejabat dilingkup birokrasi dan lain sebagainya, ini semua harus diperhatikan agar kinerja pemerintah daerah bisa terukur dan berpihak terhadap masyarakat,” Pungkas mantan Kepala Syahbandar Halmahera Utara yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai kepala Syahbandar Soasio Tidore.

Sekedar diketahui, dari lima orang yang dinyatakan terancam gugur oleh KPU Kota Tikep karena hingga saat ini belum mengajukan SK Pemberhentian ataupun pensiun itu diantaranya, Ade Kama dan Abd. Djalal Radjabesy Caleg asal PDIP, Wahab Samad Caleg dari Demokrat, Ibrahim Kama Caleg PKB dan Suhardi Caleg dari PKPI.

Reporter : Aidar Salasa
Editor : Rian Polapa  
Komentar Anda

Berita Terkini